Trump Murka, Damai AS-Iran Terancam

Trump Murka, Damai AS-Iran Terancam

Fajarasia.id – Upaya mempertahankan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali terancam setelah Presiden AS Donald Trump mengecam balasan proposal damai dari Teheran. Trump menyebut respons Iran justru membahayakan kelangsungan kesepakatan yang berlaku sejak 7 April 2026.

Ketegangan ini terjadi di tengah kondisi Selat Hormuz yang belum sepenuhnya pulih dari blokade Iran. Jalur vital tersebut biasanya dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia, sehingga kebuntuan diplomatik memicu lonjakan harga energi global.

Iran menuntut penghentian perang di seluruh front, kompensasi kerusakan, penghentian blokade laut AS, jaminan tidak ada serangan baru, serta dimulainya kembali penjualan minyak. Teheran juga menegaskan kedaulatannya atas Selat Hormuz.

Trump menilai tuntutan itu berlebihan. “Menurutku ini yang terlemah saat ini, setelah membaca artikel sampah yang mereka kirimkan kepada kami,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Sementara itu, bentrokan sporadis di sekitar Selat Hormuz dan Lebanon selatan menunjukkan konflik belum benar-benar berakhir. Harga minyak Brent naik 2,7% ke US$104 per barel akibat ketidakpastian.

Diplomasi regional pun bergerak. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dijadwalkan menggelar pembicaraan di Qatar terkait keamanan navigasi di Selat Hormuz. Trump sendiri akan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing, dengan isu Iran diperkirakan menjadi agenda utama.****

Pos terkait