Fajarasia.id – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen TNI AD dalam mempercepat pembangunan jembatan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Ia menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan mandat khusus agar TNI AD menjadi garda terdepan dalam penanganan infrastruktur darurat, terutama jembatan penghubung vital.
Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Maruli menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 18 unit jembatan Bailey untuk mendukung mobilitas masyarakat di daerah terdampak. Dari jumlah tersebut, tujuh jembatan sudah selesai diperbaiki, sementara sisanya masih dalam tahap pemasangan maupun pengiriman ke lokasi.
“Enam jembatan sedang dipasang, lima unit sudah berada di pelabuhan, dan tiga lainnya masih terkendala akses jalan. Meski penuh tantangan, prajurit kami bekerja maksimal agar jalur transportasi segera pulih,” ujar Maruli.
Ia menambahkan, jika ketersediaan peralatan mencukupi, TNI AD menargetkan hingga Januari 2026 dapat menggelar sekitar 50 jembatan Bailey di berbagai titik.
Selain itu, TNI AD juga menerima daftar perbaikan 37 jembatan Aramco. Namun, proses pembangunan jembatan jenis ini dinilai lebih kompleks karena material harus dipesan dan dikirim dari Jakarta dengan stok terbatas. “Tahapan survei, pengiriman, hingga pemasangan menghadapi banyak hambatan, tetapi kami terus berupaya mencari solusi,” jelasnya.
Dengan langkah ini, TNI AD berharap akses transportasi di wilayah terdampak bencana dapat segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan berjalan lancar.




