Fajarasia.id – Seorang warga negara Korea Selatan berinisial S (66) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/5). Korban yang dikenal sebagai pemilik deretan kontrakan 30 pintu itu pertama kali ditemukan oleh putrinya sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti menyebut korban tinggal seorang diri. Polisi menemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul dan tajam di tubuh korban. “Di tubuh korban ditemukan banyak bekas trauma kekerasan,” ujarnya, Kamis (28/5).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan penangkapan terduga pelaku. “Benar diamankan terduga pelaku, tapi masih dalam pemeriksaan,” katanya, Jumat (29/5). Hingga kini, motif pembunuhan belum diungkap, sementara polisi menunggu hasil autopsi dan telah memeriksa enam saksi.
Warga sekitar menyebut korban dikenal tertutup dan jarang berinteraksi. Ketua RW 02 Lambangsari, Jahid, mengatakan korban tinggal sendiri setelah berpisah dengan istrinya tiga tahun lalu. “Untuk kesehariannya agak tertutup. Pintu gerbang rumahnya pun selalu rapat,” ujarnya.
Selain itu, korban diketahui memiliki kontrakan sekitar 30 pintu di samping rumahnya. Warga menduga kendala bahasa membuat korban sulit berbaur. “Bahasanya masih patah-patah, jadi susah komunikasi,” kata seorang warga.***





