Fajarasia.id – Buleleng terkenal kaya akan keindahan alam, salah satu andalannya adalah air terjun Bengbengan. Keindahan air terjun ini bahkan dianggap sebagai surga tersembunyi.
Keindahan lainnya adalah alam pedesaan. Salah satu desa yang memiliki potensi keindahan alam tersebut adalah Desa Lemukih di Kecamatan Sawan.
Desa Lemukih merupakan salah satu desa yang saat ini masih terjaga keasriannya. Sepanjang jalan desa terdapat hamparan pohon cengkeh, kopi, manggis yang memanjakan mata kita untuk melihatnya.
Desa ini memiliki luas wilayah 39,70 km persegi dengan jumlah penduduk 4.335 orang yang sebagian besar bermata pencarian sebagai petani. Melihat potensi yang dimiliki, Desa Lemukih kini sedang mengembangkan menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW).
Selain air terjun Bengbengan, di desa ini juga ada air terjun Fiji, Gerombong, Ikut Sampi, Yeh Mampeh, dan Lalang. Salah satu anggota Bumdes Lemukih, Ketut Susila mengatakan bahwa air terjun Bengbengan awalnya bernama Brembengan (jurang).
Ketut Susila menambahkan, akses jalan menuju air terjun berjarak 1 kilometer dari Kantor Desa Lemukih dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua dengan parkir di Banjar Nangka. Selanjutnya, pengunjung melewati jalan setapak dengan puluhan anak tangga yang berjarak 100 meter sampai ke air terjun.
Dengan posisi lokasi air terjun, wisatawan yang hobi tracking wajib untuk mencobanya. Adapun ketinggian Air Terjun Bengbengan kurang lebih 50 meter dengan memiliki air yang jernih bersumber dari mata air langsung.
Harga tiket pengunjung sebesar Rp 20.000 untuk wisatawan mancanegara dan Rp 10.000 untuk wisatawan lokal (domestik). “Dalam menjaga kebersihannya, kami disini telah menyiapkan kantong sampah baik organik, maupun non organik,” ujarnya.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, sedang dikembangkan pemanfaatan teknologi berupa fasilitas e-tiketing. Pemerintah Desa Lemukih sedang dalam proses pengajuan kerja sama dengan Pemerintah dalam proses digitalisasi tersebut.
Sementara itu, Perbekel Lemukih, I Nyoman Singgih mengungkapkan, selain air terjun, Desa Lemukih memiliki beberapa perkebunan. Ia berharap kedepannya Desa Lemukih semakin maju apalagi dibukanya Turyapada Tower di Yeh Ketipat yang merupakan pintu awal dari pengembangan pariwisata.
Pihaknya mengajak kepada wisatawan mancanegara dan lokal untuk melihat seni budaya, pemandangan alam, serta keindahan panorama yang ada di Desa Lemukih. “Pengembangan pariwisata ini sangat mengangkat perekonomian Desa Lemukih terutama kepada generasi muda maupun pengusaha,” ujarnya.****





