Rusia Murka, Sebut Penangkapan Maduro oleh AS Bencana Universal

Rusia Murka, Sebut Penangkapan Maduro oleh AS Bencana Universal

Fajarasia.id – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai “bencana universal” dalam ranah hubungan internasional.

“Tahun ini dimulai dengan penuh gejolak. Yang terutama akan dikenang dari awal tahun ini adalah penculikan Maduro. Tentu saja ini merupakan tindakan lancang dan tercela, atau jika diungkapkan lebih lugas, sebuah bencana universal dalam hubungan internasional,” tulis Medvedev di akun Telegram, Jumat (9/1/2026).

Medvedev menilai ada dua kemungkinan skenario bagi Maduro. Pertama, AS secara diam-diam membebaskannya, meski peluangnya kecil. Kedua, Maduro akan dikenang sebagai “Mandela baru” Amerika Latin, sejajar dengan tokoh besar seperti Bolivar, Miranda, dan Chavez.

Menurut Medvedev, faktor minyak menjadi alasan utama di balik langkah AS terhadap Venezuela. Namun ia menilai persoalan itu tidak akan mudah diselesaikan. Bahkan jika Washington melancarkan operasi darat, Medvedev memperingatkan dampaknya akan jauh lebih berdarah dibanding penculikan Maduro.

“Apakah Trump benar-benar akan melancarkan operasi darat? Kongres pasti akan dilibatkan, dan itu akan jauh lebih berdarah,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York. Trump menyatakan keduanya akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narkoterorisme” dan dianggap sebagai ancaman bagi AS.

Pemerintah Venezuela langsung meminta pertemuan darurat PBB. Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara pada 5 Januari.

Langkah AS ini memicu kecaman keras dari Rusia, China, dan Korea Utara. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas kepada rakyat Venezuela serta menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, sekaligus meminta agar eskalasi lebih lanjut dapat dicegah.

Pos terkait