Fajarasia.id – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa BRICS harus berperan sebagai bagian dari solusi dunia, bukan menciptakan polarisasi. Hal ini disampaikan dalam forum BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India.
“Indonesia menggarisbawahi bahwa BRICS harus menjadi bagian dari solusi, bukan polarisasi,” tulis keterangan resmi Kemlu RI.
Sugiono menekankan BRICS perlu memimpin penegakan hukum internasional secara adil tanpa standar ganda, sekaligus mendorong reformasi tata kelola global agar sistem perdagangan dunia lebih inklusif dan non-diskriminatif. Ia juga menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap Palestina dan solusi dua negara.
Dalam kesempatan itu, Sugiono menyinggung gugurnya empat peacekeepers Indonesia di UNIFIL dan menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab. “Keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan,” tegasnya.
Indonesia menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB) dan tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung. Keanggotaan Indonesia di BRICS diharapkan memberi manfaat nyata, termasuk kolaborasi di sektor ekonomi, energi, kesehatan, perubahan iklim, serta reformasi tata kelola global.
Dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” di bawah keketuaan India, BRICS tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia yang memasuki tahun kedua sebagai anggota.*****





