Fajarasia.id — Kompleksitas dinamika global menuntut lembaga perwakilan rakyat untuk semakin adaptif dan responsif. Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menegaskan, tingginya harapan publik terhadap parlemen harus dijawab dengan langkah konkret yang lebih efektif dan transparan. Hal itu ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Badan Keahlian DPR RI Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Gedung Nusantara, Senayan.
“Dalam situasi seperti ini, posisi Parlemen menghadapi tuntutan yang jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Harapan publik terhadap Parlemen meningkat sangat signifikan,” ujar Indra.
Indra menyoroti dua tuntutan utama publik: pertama, proses pengambilan keputusan yang efisien dan transparan; kedua, kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial serta keberlanjutan bangsa. Ia menilai Badan Keahlian DPR RI memiliki peran strategis sebagai “dapur kualitas” yang memastikan setiap produk keahlian mampu menjawab tantangan multidimensi. “Ke depan, BK DPR RI harus lebih lincah dan kreatif. Kita bisa belajar dari praktik di negara lain, seperti Korea, bagaimana lembaga pendukung parlemen bergerak cepat dan adaptif,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala BK DPR RI Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono menegaskan tiga nilai utama yang menjadi pedoman kerja seluruh jajaran: ketepatan waktu, kualitas dukungan keahlian, dan dampak nyata dari setiap produk. “Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang refleksi dan konsolidasi untuk memastikan setiap produk keahlian benar-benar berdampak bagi kinerja DPR RI,” ujarnya di hadapan 302 pegawai BK DPR RI.
Bayu juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran BK sepanjang 2025, sekaligus mengajak seluruh unit kerja untuk bergerak serempak dan berdampak dalam mendukung transformasi DPR RI di tahun 2026.
Rapat kerja ini turut dihadiri para Deputi, Inspektur Utama, Kepala Pusat, pejabat fungsional keahlian, serta secara khusus Dr. Inosentius Samsul, Kepala BK DPR RI periode 2020–2025, yang akan segera dilantik sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi pada Februari 2026 mendatang. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran Badan Keahlian sebagai motor penggerak kualitas kerja DPR RI.





