Fajarasia.id — Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Ketua Majelis Nasional Republik Korea, Woo Won-Shik, di Gedung DPR, Jakarta. Pertemuan bilateral ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kerja sama ekonomi dan geopolitik hingga penguatan hubungan sosial budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Dalam sambutannya, Puan menekankan pentingnya interaksi budaya sebagai jembatan yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara. “Melalui interaksi budaya, hubungan antar masyarakat tumbuh secara alami, memperkuat saling pengertian, dan membangun ikatan emosional,” ujarnya.
Puan juga menyoroti kesamaan nilai sosial antara Indonesia dan Korea. Ia menyebut semangat gotong royong di Indonesia memiliki kesamaan dengan konsep sangbusangjo di Korea, yang sama-sama menekankan kerja bersama demi kepentingan komunitas.
Dalam kesempatan itu, Puan menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Korea Selatan kepada Sugianto, pekerja migran asal Indramayu. Sugianto dinobatkan sebagai pahlawan setelah menyelamatkan sejumlah lansia dari kebakaran hutan di Gyeongsang Utara pada Maret 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, disertai pemberian visa residensi jangka panjang.
“Tindakan tersebut mencerminkan kepedulian, keberanian, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur masyarakat Indonesia dan diapresiasi oleh masyarakat Korea,” kata Puan. Pernyataan ini disambut haru oleh Woo Won-Shik yang mengaku terkesan dengan aksi kemanusiaan Sugianto.
Selain budaya, Puan menekankan perlunya memperkuat kerja sama pendidikan. Ia mendorong peningkatan beasiswa dua arah, riset bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Program bahasa juga menjadi perhatian, dengan harapan Bahasa Indonesia semakin dikenal di Korea dan Bahasa Korea semakin berkembang di Indonesia.
“Kami meyakini pariwisata dan ekonomi kreatif semakin relevan bagi hubungan antar masyarakat kedua negara. Kampanye pariwisata bersama dan peningkatan konektivitas akan sangat bermanfaat,” jelasnya.
Usai pertemuan, Puan mengajak Woo Won-Shik menikmati jamuan makan siang dan berkeliling Gedung DPR. Ia menjelaskan sejarah Gedung Kura-Kura yang dibangun era Presiden Soekarno sebagai simbol aspirasi negara berkembang untuk memiliki suara setara di panggung global.
“Hingga hari ini, semangat tersebut tetap kami jaga dalam pelaksanaan fungsi parlemen dan diplomasi Indonesia,” tegas Puan.
Pertemuan ditutup dengan ucapan terima kasih Puan atas kunjungan Woo Won-Shik. “Terima kasih atas dialog yang hangat dan produktif pada hari ini. Gamsahabnida!” pungkasnya.





