Fajarasia.id – Menteri Lingkungan Hidup huuHanif Faisol Nurofiq mengunjungi PT Perkebunan Nusantara (PTPN), perusahaan yang menjaga lingkungan lingkungan dengan baik. PTPN merupakan perusahaan Kelapa Sawit yang mampu mereduksi emisi gas rumah kaca.
“Kita lihat bahwa PTPN merupakan salah satu dari perusahaan kita. Telah mampu mereduksi emisi gas rumah kacanya setara dengan 33.700 ton CO2 ekuivalen,” kata Menteri Hanif di Perusahaan pengelolaan sawit milik PTPN di Lubuk Dalam, Siak, Riau, Minggu (11/5/2025).
Hanif mengatakan, hal ini merupakan langkah awa bahwa industri kelapa sawit Indonesia tidak seperti yang dibayangkan. Pasalnya rumor beberapa rumor banyak perusahaan Kelapa Sawit tidak mengindahkan Lingkungan Sekitar.
“Penting kemudian menjadikan upaya kita di tengah-tengah kancah perdagangan internasional yang menggunakan segala langkah. Tujuannya untuk mendiskon produk-produk kita termasuk isu-isu negatif palm oil,” ucap Hanif.
Hanif menyebut, upaya pengurangan emisi gas rumah kaca tersebut diperoleh dengan pemanfaatan limbah sisa kelola sawit menjadi biogas. Setelahnya dikelola menjadi sumber daya terbarukan sebesar 1 megawatt (MW).
Energi tersebut selanjutnya dapat dipergunakan untuk keperluan pengelolaan sawit. Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
“Sektor agriculture adalah sektor yang diidentifikasi sebagai salah satu penyumbang emisi. Bersama sektor yang lain sebenarnya sektor agriculture ini paling rendah,” kata Hanif.
“Langkah-langkah secara esensial dengan program Environmental, Social, and Governance (ESG) dari PTPN kemudian mencoba mengartikulasikan aktivitas ini. Yakni dengan renewable energy dari pemanfaatan bumi,” ujar.
Ia mengimbau, pengusaha kelapa sawit di Indonesia bisa mereplikasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. “Jadi tidak perlu lambat-lambat dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, lantaran sudah ada contohnya,” ujar Hanif.***




