Presiden Prabowo Tiba di Sydney Memulai Kunjungan Kenegaraan ke Australia

Presiden Prabowo Tiba di Sydney Memulai Kunjungan Kenegaraan ke Australia

Fajarasia.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi tiba di Sydney, Australia, Selasa malam (11/9/2025), untuk memulai rangkaian kunjungan kenegaraan. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara bersama rombongan mendarat di Bandara Sydney Kingsford Smith sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Sambutan Resmi di Bandara

Setibanya di Sydney, Presiden Prabowo disambut langsung oleh jajaran pejabat tinggi Australia, di antaranya Menteri Luar Negeri Penny Wong, Honourary Aide-de-Camp Brigadier Phil Bridie, Official Secretary to the Governor of New South Wales Colonel Michael Miller LVO RFD, serta Deputy Secretary International and Security Kendra Morony. Turut hadir Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier dan Deputi Kepala Protokol Premier’s Department Karina Cameron. Dari pihak Indonesia, penyambutan dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono dan Atase Pertahanan RI Laksamana Pertama Yusliandi Ginting.

Agenda Kunjungan

Usai penyambutan, Presiden Prabowo langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama berada di Sydney. Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Australia, sekaligus menegaskan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik.

Hubungan Bilateral yang Erat

Indonesia dan Australia memiliki sejarah panjang kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, politik, hingga keamanan. Tahun lalu, kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, yang menjadi tonggak penting dalam memperkokoh persahabatan dan kerja sama saling menguntungkan di masa depan. Kedekatan geografis serta posisi strategis keduanya sebagai negara kunci di kawasan Indo-Pasifik menjadikan hubungan bilateral ini semakin relevan, terutama dalam menghadapi tantangan global dan regional.

Kedatangan Presiden Prabowo di Sydney menandai dimulainya agenda kenegaraan yang diharapkan memperkuat hubungan Indonesia–Australia, baik dalam aspek ekonomi, politik, maupun keamanan kawasan.***

Pos terkait