PM Thailand Hadapi Mosi Tidak Percaya di Parlemenajarasia.id – Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menghadapi mosi tidak percaya di parlemen. Ini terjadi setelah oposisi menuduhnya dipengaruhi secara berlebihan oleh ayahnya, Thaksin Shinawatra, serta gagal mengelola negara dengan baik.
Meskipun demikian, Paetongtarn diperkirakan akan selamat dari pemungutan suara mosi tidak percaya pada Rabu (26/3/2025). Sebab, dukungan dari koalisi pemerintahan Paetongtarn masih mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat, dikutip dari ABC.
Ketua oposisi, Natthaphong Ruengpanyawut mengkritik kepemimpinan Paetongtarn. Ia menuduh Paetongtarn gagal menangani berbagai permasalahan nasional seperti pelemahan ekonomi, polusi udara, kejahatan, dan korupsi.
Ia juga menuding pemerintahan lebih mementingkan kepentingan keluarga Thaksin, dibandingkan kesejahteraan rakyat. Thaksin, yang digulingkan dalam kudeta militer 2006, melarikan diri ke pengasingan, sudah kembali ke Thailand baru-baru ini.
Paetongtarn saat ini memimpin Partai Pheu Thai, yang merupakan kelanjutan dari partai-partai populis yang sebelumnya berafiliasi dengan Thaksin. Sementara itu, Natthaphong merupakan pemimpin Partai Rakyat, kelanjutan dari Partai Move Forward.
Selain kritik dari oposisi, Paetongtarn juga menghadapi tuduhan dari Prawit Wongsuwan, ketua Partai Palang Pracharath. Prawit menuduh Paetongtarn memberikan pernyataan palsu mengenai asetnya.
Namun, Paetongtarn membantah tuduhan tersebut dan menegaskan pemerintahannya bekerja untuk kepentingan rakyat. Pemungutan suara mosi tidak percaya dijadwalkan Rabu.
Politik Thailand masih terpecah antara kubu pro-Thaksin dan anti-Thaksin. Hal ini menyebabkan stabilitas pemerintahan Paetongtarn ke depan bergantung pada kekuatan koalisi politiknya.****




