PM Jepang Tegaskan Pintu Dialog dengan China Tetap Terbuka

PM Jepang Tegaskan Pintu Dialog dengan China Tetap Terbuka

Fajarasia.id – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi dengan China di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara. Ia menyatakan bahwa Jepang tidak menutup ruang dialog, meskipun hubungan bilateral sempat memanas akibat pernyataannya mengenai Taiwan.

“China adalah tetangga penting bagi Jepang. Kita perlu membangun hubungan yang stabil dan konstruktif. Jepang selalu terbuka untuk berdialog,” ujar Takaichi dalam konferensi pers di Tokyo.

Ketegangan antara Tokyo dan Beijing mencuat sejak November lalu, ketika Takaichi menyebut kemungkinan Jepang terlibat secara militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan untuk menguasai pulau tersebut.

Situasi semakin memanas pada awal Desember, setelah pesawat militer China mengunci radar ke jet tempur Jepang. Insiden itu membuat pemerintah Jepang memanggil duta besar China sebagai bentuk protes resmi.

Dampak perselisihan juga terasa di sektor pariwisata. Beijing mengeluarkan imbauan agar warganya menunda perjalanan ke Jepang. Data terbaru dari Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan asal China daratan pada November hanya naik tiga persen dibanding tahun sebelumnya, pertumbuhan terendah sejak Januari 2022.

Padahal, sebelumnya pertumbuhan kunjungan wisatawan China ke Jepang konsisten di angka dua digit: 36,5 persen pada Agustus, 18,9 persen pada September, dan 22,8 persen pada Oktober. China sendiri merupakan penyumbang terbesar wisatawan asing ke Jepang, dengan hampir 7,5 juta kunjungan dalam sembilan bulan pertama 2025, atau seperempat dari total turis mancanegara.

Selain jumlah kunjungan, kontribusi ekonomi wisatawan China juga signifikan. Dengan nilai yen yang melemah, mereka tercatat membelanjakan sekitar US$3,7 miliar pada kuartal ketiga. Rata-rata, pengeluaran turis asal China 22 persen lebih tinggi dibandingkan wisatawan dari negara lain.

Pernyataan Takaichi menegaskan bahwa meski hubungan Jepang–China tengah diuji, Tokyo tetap berupaya menjaga jalur komunikasi terbuka demi stabilitas kawasan.****

 

Pos terkait