Fajarasia.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), penjualan ritel diprediksi mengalami peningkatan meski tidak signifikan. Momentum akhir tahun ini disebut sebagai puncak penjualan kedua setelah Ramadan dan Idul Fitri.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menyampaikan bahwa tren penjualan mulai menunjukkan arah positif. Ia menilai periode Nataru menjadi kesempatan terakhir bagi pelaku ritel untuk memaksimalkan pencapaian di tahun 2025.
“Ini kesempatan terakhir bagi peritel untuk mengoptimalkan penjualan di penghujung tahun,” ujar Alphonzus.
Menurutnya, kinerja ritel pada Ramadan dan Idul Fitri lalu belum mencapai target, sehingga memengaruhi pencapaian sepanjang tahun. Untuk itu, berbagai pusat perbelanjaan kini gencar menggelar program promosi dan acara khusus guna menarik minat konsumen.
Alphonzus juga mengapresiasi dukungan pemerintah melalui program Indonesia Great Sale yang digelar pertengahan Desember. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen semua pihak dalam mendorong konsumsi masyarakat.
Selain itu, pusat perbelanjaan telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk menghadapi lonjakan pengunjung selama libur akhir tahun, dengan menempatkan keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama.
Meski pertumbuhan diperkirakan tidak besar, Alphonzus tetap optimistis penjualan ritel akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhannya mungkin di bawah lima persen, tapi tetap positif,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan sejumlah insentif menjelang Nataru, termasuk subsidi transportasi untuk kereta api, jalan tol, kapal laut, dan pesawat. Selain itu, bantuan langsung tunai sementara (BLTS) senilai Rp 31 triliun juga telah disalurkan, yang diyakini dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendukung konsumsi di periode liburan.****





