Pengguna QRIS di Indonesia Tembus 50 Juta, Lampaui Kartu Kredit

Pengguna QRIS di Indonesia Tembus 50 Juta, Lampaui Kartu Kredit

Fajarasia.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa jumlah pengguna sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Indonesia telah melampaui pengguna kartu kredit. Hingga saat ini, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 50 juta orang, menjadikannya sebagai metode pembayaran yang semakin dominan di era digital.

QRIS Unggul dalam Adopsi Digital

Airlangga menyampaikan bahwa lonjakan penggunaan QRIS menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap transaksi digital yang praktis dan aman. Bahkan, menurut data Bank Indonesia, volume transaksi QRIS tumbuh sebesar 162,77 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Juli 2025, dengan total transaksi mencapai 4,44 miliar kali.

Pertumbuhan ini juga tercermin dalam peningkatan penggunaan aplikasi mobile dan internet banking, masing-masing sebesar 26,07 persen dan 12,68 persen.

Ekspansi QRIS ke Kawasan Regional dan Global

Tak hanya di dalam negeri, QRIS juga mulai diterapkan di berbagai negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta mulai merambah ke negara Asia Timur seperti Jepang, China, dan Korea Selatan. Airlangga menambahkan bahwa pemerintah tengah mendorong implementasi QRIS di Uni Emirat Arab sebagai bagian dari strategi transaksi lintas negara tanpa menggunakan mata uang asing.

“Jika QRIS bisa digunakan di luar negeri, kita tidak perlu bergantung pada mata uang asing untuk bertransaksi. Ini akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Airlangga.

QRIS vs Kartu Kredit: Pergeseran Preferensi Konsumen

Berdasarkan data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia per Juni 2025 tercatat sebanyak 18,8 juta. Angka ini jauh di bawah jumlah pengguna QRIS yang telah menembus 57 juta per Agustus 2025, dengan mayoritas berasal dari pelaku UMKM.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa QRIS semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan transaksi, terutama karena kemudahan, kecepatan, dan efisiensi yang ditawarkan.

Dampak Positif terhadap Inklusi Keuangan

Dengan adopsi QRIS yang luas, pemerintah berharap dapat memperluas akses layanan keuangan digital, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau oleh sistem perbankan konvensional. Selain itu, transaksi QRIS yang terenkripsi juga dinilai mampu mengurangi risiko penipuan dan pencurian uang tunai.****

Pos terkait