Fajarasia.id – Pemerintah melalui Kemendagri bersama BNPB mendirikan Posko Nasional di Tapanuli Utara untuk menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sibolga–Tapanuli Tengah. Jalur darat yang terputus membuat distribusi logistik dilakukan lewat udara.
Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan pelayanan publik di daerah terdampak tetap berjalan. “Pak Mendagri instruksikan agar pemerintahan daerah jangan sampai berhenti. Kami asistensi penuh,” ujarnya, Jumat (28/11).
Safrizal menyebut empat kecamatan di Sibolga dan 20 kecamatan di Tapanuli Tengah terdampak bencana. Tim Kemendagri sudah turun sejak Rabu (26/11) untuk koordinasi lapangan, termasuk menggerakkan Satpol PP, Damkar, Satlinmas, dan Redkar.
Ia juga meminta Pemda menetapkan status tanggap darurat agar bisa menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pemulihan cepat.
Sebelumnya, Mendagri telah mengeluarkan surat edaran kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem, curah hujan tinggi, dan siklon disebut meningkatkan risiko banjir serta longsor di banyak wilayah Indonesia.*****





