Fajarasia.id – Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri, didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Propinsi NTB menggelar kegiatan Kick Off Implementasi Digital Farming, Pengembangan Demplot dan Penyerahan Simbolis PSBI di Klaster Padi Sapu Rata Kabupaten Lombok Tengah dan Penandatanganan MoU Kerjasama Antar Daerah (KAD) antara Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dengan Pemerintah Kota Mataram berlangsung di Desa Mas Mas Kecamatan Batukliang Utara Jumat (14/04).
Dalam sambutanya Bupati Loteng, HL Pathul Bahri, mengatakan dirinya sudah menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat Lombok Tengah selama 13 tahun.
Dari hasil pertanian melihat kondisi Covid 19 kemarin pertanian sangat-sangat tidak terganggu maka laju perekonomian kita di Kabupaten Lombok stabil namun dilihat dari sisi pertanian cukup memberikan dampak yang luar biasa untuk memenuhi hidup dan kehidupan masyarakat yang ada di Lombok Tengah.
Kecanggihan sistem digitalisasi sungguh luar biasa, hal ini patut kita bersyukur karena saat ini mendeteksi kondisi tanah saja sudah bisa lewat hp kondisi PH tanah kita bisa lewat hp fungsi Android terhadap Bagaimana cuaca bisa lewat hp. “Kecanggihan zaman yang serba menggunakan teknologi saat ini patut kita syukuri karena semua sistem teknologi akan membantu kemudahan bagi petani,” katanya Jumat (14/04) di desa Mas Mas Batukliang Utara.
Ditempat yang sama asisten II, Pemkot Mataram, Alwan Basri menyebutkan, bobot penghitungan inflasi provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram sebesar 78% sedangkan Kota Bima sebesar 22%.
Untuk itulah penting bagi pemerintah kota Mataram melakukan intervensi komprehensif dalam upaya pengendalian inflasi di daerah tingkat inflasi kota Mataram saat ini masih dalam tekanan pendorong inflasi selama ini terjadi karena adanya peningkatan harga pada kelompok bahan pangan terutama pada komunitas beras pada bulan Maret 2023 kota Mataram mengalami inflasi tahunan sebesar 5,14% lebih rendah dari bulan Februari 2023.
Di sisi lain pada bulan Maret 2023 terjadi deflasi 0,03% lebih rendah dari bulan Februari 2022 yang mengalami inflasi sebesar 0,31%. ” Kota Mataram selalu melakukan ekstrak Aston melalui cpid kota Mataram agar stabilitas harga bisa dijaga diantaranya dengan identifikasi wilayah surplus dan defisit serta menjadi fasilitator untuk mendorong kerjasama antar daerah dalam pengendalian inflasi secara spasial, ” katanya.
Ia menjelaskan, Inflasi kota Mataram mengalami fluktuasi sehingga diperlukan strategi jitu untuk memastikan suplai dan Bima berada pada titik keseimbangan yang menguntungkan Salah satu program strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan yang menjadi variabel pengaruh inflasi diupayakan untuk menjaga kelancaran distribusi adalah melalui kerjasama antar daerah sebagaimana yang kita tandatangani hari ini antara pemerintah kota Mataram dengan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
” Besar harapan kami ke depan kerjasama juga dapat dilakukan antara kabupaten dan kota lainnya maupun dengan daerah-daerah di luar provinsi Nusa Tenggara yang memiliki relasi rantai fase kebutuhan bahan pokok ke provinsi Nusa Tenggara Barat sehingga secara keseluruhan tingkat inflasi di provinsi Nusa Tenggara Barat dapat kita kendalikan,” tegasnya.
Menurutnya, apresiasi yang dalam atas keterlibatan sejumlah pihak diantaranya perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat, Bulog provinsi Nusa Tenggara Barat Bank NTB Syariah serta berbagai pihak yang terlibat di dalamnya dibutuhkan Sinergi dan komitmen bersama dalam upaya pengendalian inflasi yang dilakukan dengan tetap mengacu pada strategi 4K keterjangkauan harga , ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat.
” Kami berharap dengan adanya beberapa program dan pengendalian inflasi dan ekstra font yang dilakukan laju inflasi kota Mataram pada tahun 2023 dapat ditekan dan berada pada di Kisaran 3 plus minus 1, ” pintanya. (LS)




