PBNU: Idul Adha momentum resapi makna ketaatan dan pengorbanan

PBNU: Idul Adha momentum resapi makna ketaatan dan pengorbanan

Fajarasia,id – Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) K.H. Mahbub Maafi mengingatkan masyarakat bahwa Idul Adha merupakan momentum untuk meresapi makna ketaatan dan pengorbanan.

Pesan tersebut disampaikan saat khotbah shalat Idul Adha di Masjid An-Nahdhah, Gedung Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu.

Kiai Mahbub menuturkan peristiwa kurban bermula dari kisah ketabahan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang dengan penuh keikhlasan menjalankan perintah Allah Swt.

​Menurutnya, ibadah kurban pada dasarnya bukan sekadar ritual menyembelih hewan secara fisik, tetapi juga bentuk ujian ketaatan dan penyerahan diri secara total kepada Sang Pencipta.

“Ketika kita berkurban, daging dan darah hewan korban itu tidak sampai kepada Allah Swt., yang sampai adalah ketaatan dari kita,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan makna filosofis dari berkurban harus mampu diimplementasikan dalam keseharian bermasyarakat guna menumbuhkan kepedulian sosial untuk saling membantu.

“Semangat berkorban ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita mengorbankan tenaga kita untuk membantu orang yang susah, mengorbankan harta kita untuk menolong orang-orang yang kelaparan,” imbuhnya.

Selain bagi masyarakat umum, Kiai Mahbub secara khusus juga menyoroti peran para pejabat atau tokoh publik yang telah berkomitmen untuk mendedikasikan diri dalam melayani kepentingan umat.

Dia mengingatkan pengorbanan bagi pelayan publik tidak hanya dalam wujud materi dan tenaga, tetapi juga kebesaran hati untuk menerima berbagai kritik dari masyarakat.

“Barang siapa yang berkomitmen untuk berkhidmat kepada umat, untuk berkhidmat kepada publik; maka dia harus merelakan sebagian kehormatannya, karena cepat atau lambat dia pasti akan dicela,” kata Mahbub mengutip pernyataan cendekiawan Islam dari Andalusia, Ibnu Hazm.

Maka dari itu, Mahbub mengajak jamaah yang hadir untuk menjadikan peringatan Hari Raya Idul Adha sebagai sarana perekat silaturahim sekaligus pendorong untuk meningkatkan kualitas amal ibadah.****

Pos terkait