Orutaku Club, Ruang Nostalgia Wibu 90-an

Orutaku Club, Ruang Nostalgia Wibu 90-an

Fajarasia.id  – Di tengah derasnya arus budaya pop Jepang modern, komunitas Orutaku Club hadir sebagai ruang nostalgia bagi generasi 1990-an hingga awal 2000-an. Bukan sekadar karaoke, acara ini menjadi mesin waktu yang membawa pengunjung kembali ke masa kecil lewat lagu anime, J-pop, hingga tokusatsu lawas.

Didirikan pada 2018 oleh lima penggemar anime, Orutaku berawal dari kerinduan akan soundtrack yang dulu menemani sepulang sekolah. “Kalau nostalgia, kenapa tidak lagu Jepang? Justru itu yang paling melekat di ingatan,” ujar salah satu pendiri, Triska Sarwono.

Nama Orutaku sendiri merupakan singkatan dari Old School Otaku. Acara rutin digelar setiap tahun, terutama saat Halloween, dengan konsep yang lebih dari sekadar karaoke. Pengunjung bisa memainkan gim klasik PlayStation 1, mengikuti kuis anime lawas, hingga berbelanja di mini art market bertema budaya pop Jepang.

Selepas pandemi, antusiasme tetap tinggi dengan 500–600 pengunjung setiap acara. Menariknya, bukan hanya generasi lama yang hadir, tetapi juga anak muda yang mulai mengenal lagu-lagu anime klasik melalui Orutaku.

Selain nostalgia, komunitas ini juga mendukung ekosistem kreatif lokal dengan melibatkan ilustrator, DJ, hingga content creator. “Kami ingin jadi wadah untuk orang escape adulthood. Satu malam di Orutaku, mereka bisa kembali ke masa kecil,” kata Triska.

Dengan konsistensi menghadirkan nuansa lawas, Orutaku membuktikan bahwa anime dan lagu Jepang generasi 90-an tetap hidup lintas generasi.****

 

Pos terkait