Fajarasia.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi memecat tiga jenderal senior yang dianggap gagal mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pengumuman disampaikan Panglima Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir.
Tiga komandan divisi, termasuk kepala intelijen militer saat itu, diberhentikan dari dinas cadangan. Selain itu, sejumlah perwira tinggi lain dari angkatan laut dan udara dijatuhi sanksi disiplin berupa teguran.
Hasil penyelidikan internal militer menyebut intelijen sebenarnya sudah memiliki data kuat soal potensi serangan, namun gagal memberi peringatan dini. “Militer gagal dalam tugas dasarnya melindungi warga sipil Israel,” tegas Zamir.
Langkah ini disebut sebagai upaya memulihkan kepercayaan publik. Namun, kritik muncul karena pemecatan dinilai hanya menjadikan jenderal sebagai kambing hitam, sementara tekanan politik tetap mengarah ke Netanyahu yang dituding mengabaikan peringatan keamanan.
Situasi makin sensitif karena perang di Gaza masih berlangsung dan desakan keluarga sandera untuk segera hentikan konflik terus meningkat.





