Negara-Negara Berkumpul Bahas Masa Depan Gaza Pascaperang

Negara-Negara Berkumpul Bahas Masa Depan Gaza Pascaperang

Fajarasia.d – Amerika Serikat bersama mitra terdekatnya dari Eropa dan negara-negara Arab menggelar pertemuan di Paris, Kamis (9/10/2025). Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas masa depan Gaza pascaperang, dilansir dari Reuters.

Pertemuan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Israel dan Hamas menyetujui gencatan senjata. Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran sandera dan tahanan sebagai bagian dari inisiatif perdamaian Presiden AS Donald Trump.

Fokus utama pembahasan adalah merancang masa transisi Gaza setelah perang berakhir. Perhatian khusus diberikan pada pembentukan pasukan stabilisasi internasional, tata kelola pascaperang, dan upaya rekonstruksi wilayah yang hancur.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan, negara-negara yang hadir membahas empat bidang utama. “Kami membahas bidang-bidang utama yang ingin kami kontribusikan: keamanan, pemerintahan, rekonstruksi, dan bantuan kemanusiaan,” katanya

Ia menambahkan, masing-masing negara telah mengidentifikasi peran dan kontribusi yang bersedia mereka ambil dalam Gaza pascakonflik. Hasil pertemuan tersebut akan diserahkan kepada Amerika Serikat agar dapat diintegrasikan ke dalam rencana perdamaian Trump.

Majelis Umum PBB sebelumnya telah menyetujui deklarasi menuju solusi dua negara. Beberapa poin dalam deklarasi tersebut telah dimasukkan ke dalam rencana Trump.

Namun, pejabat Eropa dan Arab memperingatkan masih ada celah yang perlu diperbaiki agar gencatan senjata berkembang menjadi perdamaian yang berkelanjutan. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut situasi ini sebagai peluang terbaik untuk mencapai perdamaian.

Pertemuan di Paris dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Eropa dan Timur Tengah. Salah satunya adalah Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, salah satu mediator dalam kesepakatan gencatan senjata.

Hadir pula menteri luar negeri Mesir dan Turki, yang berperan besar dalam meyakinkan Hamas untuk menyetujui kesepakatan. Salah satu topik utama pembahasan adalah pembentukan pasukan penjaga perdamaian internasional sesuai dengan rencana Trump.****

Pos terkait