Moeldoko: Presiden Minta Pengembangan Sorgum Pengganti Gandum Dipercepat

Moeldoko: Presiden Minta Pengembangan Sorgum Pengganti Gandum Dipercepat

Fajarasia.co – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengembangan tanaman sorgum menjadi pengganti gandum dipercepat. Sebab, Indonesia menjadi negara terdampak kebijakan larangan ekspor gandum.

Moeldoko mencontohkan sejumlah negara yang melakukan pelarangan ekspor gandung. Seperti Kazahkstan, Kirgizstan, India, Afghanistan, Aljazair, Serbia, dan Ukraina.

“Ukraina yang menahan ekspor gandumnya hingga 31 Desember 2022. Presiden sudah instruksikan pembuatan roadmap produksi dan hilirisasi sorgum hingga 2024 dalam rangka menghadapi krisis pangan,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (15/8/2022).

Menurutnya, pemerintah telah mengembangkan potensi sorgum di tanah air. Sebab secara genetik sorgum merupakan satu keluarga dengan gandum.

“Dengan sorgum, kita tidak akan lagi ribut. Apalagi ribut tentang mie instan seperti sekarang ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pengembangan sorgum terdapat di lahan seluas 15 ribu hektare. Lahan tersebut tersebar di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Lampung.

“Di NTT produktivitas sorgum tiga sampai empat ton per hektare. Di Jawa sebanyak empat sampai lima ton per hektare, ini masih bisa terus ditingkatkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya membuat peta jalan atau roadmap terkait produksi dan hilirisasi sorgum hingga tahun 2024 mendatang. Arahan tersebut disampaikan Kepala Negara, saat menggelar rapat internal di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

“Bapak Presiden minta agar dibuatkan roadmap sampai tahun 2024,” kata Airlangga.

Ia mengatakan, hingga saat ini realisasi pengembangan sorgum masih sekitar 4.355 hektar. Jumlah tersebut tersebar di enam provinsi.

Dengan hasil produksi mencapai 15.243 ton atau sekitar 3,36 ton per hektare. Airlangga menyebut, target musim sasaran tanam sorgum pada tahun 2022 sebesar 15.000 hektare.

Pemerintah, lanjutnya, juga akan melakukan pengembangan sasaran tanam sorgum. Pengembangan itu hingga 154 ribu hektare pada tahun 2024 mendatang.

“Bapak Presiden minta bahwa diprioritaskan untuk daerah NTT di Kabupaten Waingapu yang kemarin sudah dilihat oleh Bapak Presiden. Dan di tahun 2023 dipersiapkan lahan sejumlah 115.000 hektare, dan di tahun 2024 sebesar 154.000 hektare,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan bahwa saat ini produksi sorgum di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal tanaman tersebut diyakini mampu menjadi komoditas pengganti tanaman lainnya.

“Industri pakan ternak sekarang bahan bakunya 50 persen jagung dan 50 persen protein lain. Tentu dari protein lain ini salah satunya sorgum bisa dijadikan untuk off-taker, untuk pakan ternak,” kata Airlangga, menambahkan.

Selain itu, sorgum juga bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang saat ini mengalami permasalahan di dunia. “Dengan demikian tentu kita harus mengembangkan tanaman pengganti ataupun subtitusi dari gandum,” katanya mengakhiri.****

 

Pos terkait