Fajarasia.id – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, menginstruksikan Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah-langkah mitigasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menurutnya konsolidasi yang masif dan terstruktur antar pemangku kepentingan penanganan Karhutla di Riau.
Hanif melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Pekanbaru. Ia menegaskan semua stakeholder harus satu komando mencegah kebakaran lahan.
“Saya ingin kita searah dan satu komando dalam penanganan karhutla ini, karena kejadian karhutla itu tidak merata. Makanya konsolidasi aktif dan masif perlu kita bangun,” ujar Hanif Minggu (11/5/2025).
Untuk itu ia menekankan Gubernur menggandeng seluruh pengusaha kelapa sawit di Provinsi Riau untuk bertanggung jawab dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Menurut Hanif, langkah mitigasi harus dilakukan secara kontingen, mengantisipasi potensi kebakaran sebelum terjadi.
Hanif menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap areal konsesi perkebunan dan kehutanan, yang kerap menjadi titik rawan karhutla. Ia meminta pemerintah daerah bersikap tegas dan mengambil langkah pendekatan represif jika ditemukan pelanggaran terjadinya kebakaran.
“Instruksi ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk mengantisipasi dan menangani ancaman karhutla di Provinsi Riau. Di mana selama ini Riau menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan di musim kemarau,” ucap Hanif.
Diketahui, berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, luas areal perkebunan kelapa sawit tahun 2023 mencapai 2.537.257 hektare. Angka ini mencerminkan peran signifikan Riau sebagai salah satu sentra utama produksi kelapa sawit di Indonesia.
Dengan luas lahan tersebut, Riau berkontribusi besar terhadap produksi minyak kelapa sawit nasional. Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau sendiri dikelola oleh berbagai pihak, termasuk perusahaan besar, petani plasma, dan petani swadaya.
Peran petani swadaya cukup signifikan karena mereka berkontribusi dalam penyediaan bahan baku untuk industri pengolahan. Oleh karena itu, upaya mitigasi dan konsolidasi penanganan karhutla menjadi sangat penting untuk menjaga sektor perkebunan kelapa sawit di Riau.***




