Menlu Sugiono Dorong Upaya Inklusif Selesaikan Krisis Myanmar

Menlu Sugiono Dorong Upaya Inklusif Selesaikan Krisis Myanmar

Fajarasia.id – Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong berbagai upaya kolaboratif dan inklusif, dalam penyelesaian krisis di Myanmar. Hal itu disampaikan Menlu saat pertemuan bilateral dengan Menlu Thailand Maris Sangiampongsa, di sela-sela KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia.

“Menlu Sugiono menyampaikan perlunya terus mendorong upaya-upaya kolaboratif dan inklusif. Serta, pendekatan khusus dengan melibatkan semua pihak di Myanmar,” kata Kemlu RI dalam pernyataannyayang dikutip Redaksi pada kamis (25/10/2024) ini.

Menlu RI juga menekankan pentingnya tetap menjaga solidaritas dan sentralitas ASEAN di tengah geopolitik yang dinamis. Sedangkan, terkait Myanmar, secara khusus Menlu Thailand berharap agar Indonesia sebagai bagian dari Troika Plus dapat terus memainkan perannya.

Sementara. kedua Menlu juga bertukar pandangan mengenai BRICS sebagai forum yang dipandang strategis. Khususnya, bagi negara-negara emerging economies, untuk turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.

Pada kesempatan itu, Menlu Sugiono turut menekankan pentingnya nilai strategis hubungan bilateral antar kedua negara. Dan, mendorong peningkatan kerja sama bilateral kedua negara melalui berbagai mekanisme yang telah berjalan.

“Selain itu, sebagai negara dengan potensi dan GDP yang besar di kawasan Asia Tenggara. Kedua Menlu sepakat akan pentingnya meningkatkan kerja sama regional dan global termasuk melalui ASEAN, PBB, BRICS, dan forum-forum lain,” ujar Kemlu RI.

Indonesia dan Thailand akan merayakan 75 tahun hubungan diplomatik pada 2025 mendatang. Sedangkan, pada pelantikan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI pada Minggu (20/10/2024) lalu, Thailand diwakili oleh Deputi Perdana Menteri.***

Pos terkait