Mengenal Tradisi Isra Mikraj di Berbagai Daerah Indonesia

Mengenal Tradisi Isra Mikraj di Berbagai Daerah Indonesia

Fajarasia.id – Isra Mikraj 2024 jatuh pada Sabtu (8/2/2024) atau 27 Rajab 1445 H. Masyarakat di Indonesia di berbagai daerah memiliki cara tersendiri untuk merayakannya.

Ada yang merayakannya dengan menggelar kirab budaya, ziarah ke makam tokoh agama hingga menggelar acara doa. Berikut beberapa tradisi masyarakat dalam memperingati peristiwa Isra Mikraj.

1. Tradisi Rajeban Peksi Buraq Yogyakarta

Rajeban Peksi Buraq atau Yasa Peksi Burak digelar oleh Keraton Yogyakarta. Acara kirab budaya ini jadi tradisi yang dilakukan secara rutin.

Kirab ini juga sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu. Dalam tradisi ini, pengunjung dapat melihat simbol kendaraan Nabi Muhammad.

Simbol itu terbuat dari kulit jeruk bali, dibentuk dan diukir menyerupai badan, leher, kepala, dan sayap burung. Peksi burak atau burung buraq dari kulit jeruk bali itu bertengger di atas tumpukan beragam buah-buahan.

Seperti rambutan, manggis, hingga tebu. Simbol kendaraan itu lalu diarak oleh abdi dalem Kaji Selusin.

Dalam hal ini berasal dari Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta. Setelah sampai di Masjid, buah-buahan tersebut dibagikan kepada masyarakat.

2. Ngurisan

Tradisi Ngurisan digelar oleh masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat. Saat Ngurisan mereka melakukan tradisi potong rambut bayi yang usianya di bawah 6 bulan.

Pemotongan rambut dilakukan oleh tokoh agama atau tokoh masyarakat. Tradisi ini dilakukan agar bayi-bayi tersebut diberi keberkahan sepanjang hidupnya.

Pemotongan rambut bayi ini biasanya dilakukan di masjid setempat. Saat pemotongan, para jemaah akan melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

3. Khatam Kitab Arjo

Tradisi ini dilakukan warga Temanggung, Jawa Tengah selepas shalat isya. Acara diawali dengan membaca tahlil, lalu dilanjutkan baca Kitab Arjo.

Kitab Arjo sendiri berisi kisah-kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW. Kitab Arjo sendiri merupakan sebuah kitab dengan tulisan Arab Pegon dan dikarang oleh KH Ahmad Rifai Al-Jawi.

4. Nyadran Desa

Masyarakat Kampung Serawak, Semarang mempunyai tradisi Isra Miraj yang disebut Nyadran Desa (Haul Umum). Tradisi berupa kirab budaya.

Dalam kirab ini akan ditampilkan gunungan berisi sayuran dan buah-buahan. Juga ada hasil bumi, alat musik, replika hewan badak Siwarak, permainan tradisional, drumband, dan masih banyak yang lainnya.

5. Rajaban

Tradisi Rajaban dilakukan oleh masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Warga Cirebon melakukan Rajaban dengan berziarah ke makam dua tokoh penyebar agama Islam.

Keduanya yakni pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan di Plangon. Rajaban kemudian dilanjutkan dengan makan bersama nasi bogana.

Nasi ini terkenal dengan dilengkapi lauk lengkap. Di antaranya kentang, telur ayam, tempe, tahu, perutan kentang hingga bumbu kuning. ***

 

Pos terkait