Menbud Ungkap Alasan Kupang Dipilih Jadi Tuan Rumah IPACS 2025

Menbud Ungkap Alasan Kupang Dipilih Jadi Tuan Rumah IPACS 2025

Fajarasia.id – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjelaskan alasan di balik penunjukan Kota Kupang sebagai tuan rumah Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025. Menurutnya, Kupang memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia menuju kawasan Pasifik, sekaligus simpul pertemuan laut, budaya, dan sejarah.

“Pemilihan Kupang bukan tanpa pertimbangan. Kota ini adalah jembatan yang menghubungkan Asia Tenggara dengan Pasifik,” ujar Fadli saat Taklimat Media IPACS 2025 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Kupang sebagai Jembatan Budaya

Fadli menekankan, peran Kupang sejalan dengan misi utama IPACS 2025, yakni memperkuat kerja sama budaya antarnegara Pasifik untuk mendorong pemberdayaan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kemenbud juga mengusung tema “The Sea Between Us, The Culture Within Us” yang menegaskan bahwa laut bukanlah pemisah, melainkan ruang yang menyatukan bangsa-bangsa melalui nilai, sejarah, dan warisan budaya.

“Laut di antara kita, budaya di dalam kita. Semangat ini yang terus kita dorong dalam pemajuan kebudayaan di tengah perbedaan dunia,” tambahnya.

Harapan dan Output Konkret

Menbud berharap IPACS 2025 menghasilkan sejumlah capaian nyata, mulai dari rekomendasi kebijakan antar-menteri budaya Pasifik, pembentukan jejaring residensi budaya permanen, hingga lahirnya produk budaya inovatif yang bernilai ekonomi bagi masyarakat lokal.

Selain itu, forum ini juga diarahkan untuk memperkuat strategi kebijakan budaya berkelanjutan, menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan hijau dan inklusif, serta wadah kolektif menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan disrupsi digital.

“Dengan menghubungkan warisan budaya, kita bisa memperkuat solidaritas sekaligus mendorong ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tegas Fadli.

Seruan Menjaga Laut

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Sulastri Rasyid, mengingatkan pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan. Ia menekankan bahwa wilayah perairan Indonesia jauh lebih luas dibanding daratan, sehingga laut harus dijaga kelestariannya.

“Laut sudah menyediakan segalanya tanpa kita tanam. Tugas kita adalah menjaga agar tetap lestari dan bisa diwariskan ke generasi mendatang,” ujarnya.

Sulastri pun mengajak masyarakat untuk kembali menghadap ke laut, bukan membelakanginya, agar tetap menjadi sumber gizi dan penghidupan bagi anak-anak bangsa.****

Pos terkait