Fajarasia.id – Retreat bagi kepala daerah terpilih menjadi agenda penting dalam mempersiapkan mereka menjalankan tugas. Kegiatan ini dirancang agar mereka memiliki pemahaman mendalam tentang kepemimpinan dan pelayanan publik.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden, Ujang Komaruddin, menegaskan bahwa retreat ini menjadi momentum menyatukan visi kepemimpinan. “Ini adalah kesempatan bagi kepala daerah untuk membangun sinergi dan langsung melakukan aksi nyata,” ujar Ujang, Kamis (20/2/2025).
Ia mengatakan retret akan berlangsung setelah pelantikan kepala daerah yang berjumlah 503 orang. Sementara itu, 40 daerah masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi, dan dua daerah akan mengulang pemilihan.
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Lembaga Ketahanan Nasional. Materi yang diberikan melibatkan narasumber dari berbagai tokoh nasional, termasuk Presiden dan beberapa menteri.
Peserta akan mendapatkan pembekalan tentang nasionalisme, patriotisme, dan kepemimpinan daerah. “Ada juga diskusi kelompok serta simulasi kebijakan untuk menguji efektivitas strategi di daerah,” kata Ujang.
Menurutnya, selain materi kepemimpinan, peserta juga akan menjalani pembinaan karakter. Mereka diwajibkan tinggal di tenda tanpa ajudan, mencuci pakaian sendiri, dan mengikuti jadwal ketat.
Ia menjelaskan tujuan utama retret adalah meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik dan pro-rakyat. Kepala daerah diharapkan mampu mengelola anggaran dengan efisien serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.
Retret akan berlangsung di Magelang pada 21–28 Februari 2025. “Kami yakin dengan durasi tujuh hari ini, materi tetap bisa diserap secara maksimal,” ucap Ujang.
Pemerintah berharap program ini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan nasional yang lebih maju. Menurutnya, jika pusat dan daerah bersatu, rakyat akan maju, dan Indonesia akan semakin kuat. *****




