Fajarasia.id— Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dikabarkan mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melanjutkan serangan terhadap Iran. Laporan tersebut diungkap The New York Times dengan mengutip sumber yang mengetahui percakapan kedua pihak.
MBS disebut melihat konflik sebagai “peluang bersejarah” untuk membentuk ulang peta geopolitik Timur Tengah, sekaligus menekan Iran yang dianggap ancaman jangka panjang bagi kawasan Teluk.
Namun, pemerintah Arab Saudi membantah keras tudingan itu. Riyadh menegaskan tetap konsisten mendukung jalur diplomasi sebagai solusi konflik. “Kerajaan Arab Saudi telah konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran,” tegas juru bicara pemerintah Saudi dalam pernyataan resmi.
Sikap ini sejalan dengan pernyataan MBS sebelumnya yang menolak penggunaan wilayah Saudi sebagai basis serangan terhadap Iran. Ia menekankan pentingnya dialog untuk meredakan ketegangan.
Di sisi lain, eskalasi militer antara AS dan Iran terus meningkat, dengan Teheran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah titik strategis. Kondisi ini menempatkan Saudi dalam posisi dilematis: menjaga hubungan strategis dengan Washington, namun sekaligus berusaha menahan konflik agar tidak meluas di kawasan Teluk.




