Fajarasia.id – Aksi demonstrasi mahasiswa dari PB PMII di depan Gedung DPR RI, Senin (22/6/2026), diwarnai pembakaran keranda kayu yang disebut sebagai simbol matinya hati nurani para pemimpin negara. Keranda itu dibawa enam orang, diletakkan di depan mobil komando, lalu dibakar bersama ban hingga menimbulkan kobaran api besar.
“Keranda ini menjadi simbol bahwa demokrasi di negeri ini hanya menjadi barang mati,” seru salah satu orator dari atas mobil komando. Ketua Umum PB PMII Muhammad Shofiyullah Cokro menegaskan, aksi tersebut menggambarkan bahwa hati nurani pejabat sudah mati karena tidak memperhatikan nasib rakyat kecil.
Situasi sempat ricuh ketika aparat kepolisian berusaha memblokade Jalan Gatot Subroto. Massa dan polisi terlibat aksi saling dorong sebelum petugas memadamkan api dengan APAR. Setelah mereda, pasukan oranye bersama polisi membersihkan sisa kayu agar tidak kembali dibakar.
Dalam aksi bertajuk Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, PB PMII membawa lima tuntutan utama: menegakkan amanat Pasal 33 UUD 1945, mengembalikan kepercayaan publik, memperkuat kemandirian ekonomi nasional, melakukan reshuffle kabinet sesuai kompetensi, serta menyejahterakan guru.*****





