Fajarasia.id – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR meninjau Hotel Buruz Hidayah di Makkah, Rabu (20/5/2026), menyusul keluhan jemaah terkait fasilitas penginapan. Ketua Timwas Haji DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyebut hotel tersebut sejak awal sudah menjadi catatan karena lokasinya jauh dari Masjidil Haram dan jarang digunakan sehingga banyak kekurangan.
Masalah utama yang ditemukan antara lain lift rusak, kamar mandi yang tidak memadai, serta ventilasi yang kurang baik. “Satu kamar diisi lima orang, frekuensi penggunaan kamar mandi tinggi, air meluber hingga membasahi karpet dan menimbulkan bau,” ujar Cucun, lewat rilis yang diterima Redaksi pada Kamis (21/5).
Timwas juga menyoroti fasilitas wudu di musala hotel yang hanya berupa wastafel, sehingga jemaah kesulitan. Selain itu, tempat mencuci pakaian untuk ribuan jemaah dinilai tidak memadai.
Cucun menekankan perlunya kontrak hotel jangka panjang agar pemerintah dapat memastikan kualitas akomodasi. “Hotel yang terbukti bagus sebaiknya dikontrak 5 sampai 10 tahun, bukan hanya satu musim haji,” katanya.
Anggota Timwas, Abdul Wachid, menambahkan evaluasi akan dilakukan lebih cepat bersama Kementerian Haji Arab Saudi setelah musim haji selesai. “Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga katering akan dibahas agar penyelenggaraan haji ke depan lebih baik,” ujarnya.***





