Fajarasia.id – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat, mendorong pemerintah segera menuntaskan persoalan ribuan desa di Indonesia yang masih mengalami blank spot internet. Ia menegaskan, setidaknya terdapat sekitar 2.000 desa yang belum terhubung jaringan digital, termasuk di wilayah Riau.
“Masih ada sekitar 2.000 desa yang belum tersambung internet. Riau termasuk di antaranya. Mudah-mudahan ini bisa segera kita perjuangkan bersama pemerintah,” ujar Syahrul dalam keterangan pers, Jumat (7/11/2025).
Internet Jadi Infrastruktur Dasar Syahrul menekankan bahwa akses internet kini bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan infrastruktur dasar yang menentukan kemajuan pendidikan, layanan publik, hingga ekonomi desa.
“Konektivitas digital harus menjadi prioritas nasional. Internet hari ini bukan sekadar sarana komunikasi, tapi kunci bagi desa untuk berkembang, berinovasi, dan membuka peluang ekonomi baru,” tegasnya.
Gagasan Desa Go International Selain menyoroti pemerataan akses digital, Syahrul juga mengusulkan konsep Desa Go International. Ia mendorong agar produk lokal berbasis masyarakat, khususnya rempah-rempah dan hasil alam tropis, bisa menembus pasar global.
“Dulu Indonesia dijajah karena rempah-rempah, tapi sekarang sektor itu justru kurang mendapat perhatian. Padahal kebutuhan bahan alami untuk pangan dan obat-obatan di Eropa dan negara lain semakin tinggi,” ungkapnya.
Harapan Legislator PKS Syahrul berharap pemerintah memberi perhatian lebih besar pada pemerataan akses internet sekaligus pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Menurutnya, langkah ini akan memastikan desa-desa di Indonesia tidak hanya maju, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.****





