Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, meminta harga eceran tertinggi (HET) beras medium ditetapkan satu harga. Menurut dia, fakta di lapangan menunjukkan HET beras kualitas medium bervariatif di beberapa daerah.
Padahal, beras adalah kebutuhan pokok rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. “Sehingga harusnya ditetapkan satu harga sebagaimana bahan bakar binyak (BBM),” ujar legislator PDI Perjuangan itu, Rabu (27/8/2025).
Alex mengatakan HET beras medium yang bervariasi akan menjadi pintu masuk terjadinya praktik perbuatan melawan hukum. Menurut dia, pembagian HET beras medium yang merujuk pada klaster daerah akan memberikan ketidakadilan.
“Untuk BBM, pemerintah telah menetapkan kategori subsidi hanya jenis Pertalite,” ucapnya. Sehingga, Alex meminta hal yang sama diberlakukan untuk beras dan pemerintah menetapkan standar mutu untuk jenis yang disubsidi.
Ditambahkannya bahwa satu harga beras di Tanah Air dapat diwujudkan sebagaimana telah berlaku di BBM jenis Pertalite. Dalam hal ini penerima subsidi harus jelas karena merujuk data yang lebih valid seperti DTKS yang diterbitkan Kemensos.
Alex menyatakan dalam melayani kebutuhan rakyatnya, sangat mungkin negara mengalami kerugian. “Berbeda dengan pihak swasta karena mereka memang tidak bertujuan untuk melayani rakyat,” ujarnya.***




