Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) industri untuk menjawab kebutuhan dunia usaha sekaligus memperkuat daya saing nasional. Hal ini disampaikannya saat membuka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Balai Diklat Industri (BDI) Medan, Sumatera Utara.
Lamhot menekankan bahwa daya saing industri tidak lagi hanya ditentukan oleh bahan baku dan teknologi, melainkan juga oleh kesiapan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan memahami prinsip keberlanjutan. “SDM industri yang adaptif dan kompeten menjadi faktor kunci dalam menghadapi dinamika kebijakan global serta tuntutan pasar internasional,” ujarnya.
Mengutip data BPS, Sumatera Utara memiliki basis angkatan kerja besar mencapai 8,42 juta orang hingga Agustus 2025, dengan pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera mencapai 4,96 persen (YoY) pada kuartal II 2025. Potensi ini, menurut Lamhot, harus dioptimalkan melalui ekspansi industri yang mampu menyerap tenaga kerja terampil.
Politisi Fraksi Golkar tersebut juga menyoroti tantangan struktural, seperti keterbatasan pemahaman konsep industri hijau dan belum optimalnya integrasi standar berkelanjutan dalam produksi. Karena itu, ia mendorong BPSDMI Kementerian Perindustrian dan BDI Medan untuk memperkuat peran sebagai pusat unggulan pelatihan industri, dengan fokus pada pelatihan berbasis kebutuhan sektor hasil hutan dan perkebunan.
Lamhot memastikan DPR akan terus mengawal kesiapan kelembagaan, efektivitas program pelatihan, serta kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan nyata dunia industri. “SDM terampil adalah penopang utama ekonomi nasional,” pungkasnya.




