Fajarasia.co – Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Cina, Jepang, dan Korea Selatan merupakan langkah strategis bagi geopolitik dan membawa aspek multilateral.
Terutama terkait kesuksesan presidensi G20 dan penanganan krisis energi dan pangan di tengah konflik Rusia dengan Ukraina yang tidak kunjung usai.
“Sebetulnya kunjungan ini menjadi salah satu kunci untuk menunjukkan berbagai komitmen di antaranya bidang ekonomi Indonesia dengan tiga negara ini,” kata pengamat hubungan internasional dari Universitas Gadjah Mada, Riza Noer Arfani, Rabu (27/7/2022).
“Apalagi hampir semua negara G20 hadir dalam pertemuan untuk melakukan pembicaraan soal pemulihan ekonomi global, di sektor energi, ekonomi digital, dan sektor kesehatan,” ucap Riza menambahkan.
Selain itu, kunjungan Jokowi ke Cina diharapkan dapat melanjutkan proyek-proyek yang sudah dilakukan sebelumnya, seperti kereta cepat Jakarta-Bandung.
“Proyek yang monumental kereta cepat Jakarta-Bandung, yang rencananya akan di-launching dalam beberapa bulan ke depan,” ucapnya.
Lebih jauh, Riza mengungkapkan, kehadiran Jokowi ke tiga negara tersebut untuk memuluskan langkah Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada 2023 mendatang.
“Sebagai pemimpin ASEAN ini penting terutama dalam konteks pertarungan geopolitik antara Amerika dan Cina,” ujarnya.****




