Fajarasia.id – Milisi Houthi yang menguasai Yaman mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi mulai Senin (20/7). Langkah ini disebut sebagai balasan atas serangan dan pengepungan yang dilakukan Riyadh selama lebih dari satu dekade.
“Embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi segera berlaku setelah pernyataan ini dikeluarkan,” ujar Houthi dalam keterangan yang dikutip Reuters, Selasa (21/7).
Houthi menuding Saudi menjarah sumber daya Yaman serta menerapkan blokade menyeluruh di pelabuhan dan bandara. Ketegangan kedua pihak semakin meningkat setelah serangan udara Saudi ke Bandara Sana’a pekan lalu, yang disebut mendapat restu Presiden AS Donald Trump.
Sebagai balasan, Houthi meluncurkan rudal balistik dan drone ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi. Juru bicara Houthi, Yahya Saree, menyebut serangan itu menandai gugurnya kesepakatan gencatan senjata informal yang sempat berlaku sejak Maret 2022.
Blokade laut ini menambah panas konflik regional, di tengah rivalitas Saudi–Iran serta keterlibatan Amerika Serikat dalam mendukung sekutu strategisnya di Timur Tengah.****





