Fajarasia.id — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan dana kompensasi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera segera dicairkan pekan depan. Dana tersebut telah masuk ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan akan segera disalurkan kepada warga sesuai klasifikasi kerusakan rumah.
“Dan saya minta kepada Kepala BNPB untuk minggu depan, tolong segera dieksekusi,” tegas Tito saat meresmikan hunian sementara di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat 88.930 rumah rusak akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rinciannya meliputi 35.208 unit rusak ringan, 17.350 unit rusak sedang, dan 24.443 unit rusak berat. Pemerintah menyiapkan kompensasi Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, serta opsi hunian sementara atau dana tunggu hunian Rp600 ribu per bulan bagi rumah rusak berat.
Selain itu, terdapat 1.750 rumah hilang akibat banjir dan longsor yang akan diperlakukan sama dengan kategori rusak berat. Sementara 5.852 rumah lainnya masih tercatat secara gelondongan tanpa klasifikasi detail, sehingga pendataan ulang akan dilakukan.
Tito menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak, baik melalui bantuan perumahan maupun dukungan pemulihan ekonomi pascabencana.





