Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban, Daging dan Pentingnya Menjaga Kesehatan

H Erwin Siregar Saat Menyembelih Sapi Qurbannya
H Erwin Siregar Saat Menyembelih Sapi Qurbannya

Fajarasia.id – Khutbah Idul Adha ini mengajak jamaah untuk menjaga kesehatan di tengah meningkatnya konsumsi daging kurban. Jamaah harus memastikan penyembelihan, pengolahan, dan konsumsi hewan kurban sesuai syariat agar daging yang dihasilkan halal dan thayyib.

Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِذَبْحِ الْأُضْحِيَّةِ. وَبَلَغَنَا إِلَى هٰذَا الْيَوْمِ مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ ذُوْ رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ تُرْجَى مِنْهُ الشَّفَاعَةُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْعُقُوْلِ السَّلِيْمَةِ، صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ : يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۝١٦٨

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Pada momentum Hari Raya Idul Adha kali ini, marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah swt yang masih memberikan nikmat umur panjang sehingga kita bisa menjumpai bulan suci ini. Sebagai wujud syukur, mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Di antara nikmat besar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, kita mampu beribadah, bekerja, menuntut ilmu, dan berinteraksi dengan orang lain dengan baik. Karena itu, menjaga kesehatan termasuk bagian dari rasa syukur kepada Allah.

Momentum Idul Adha ini adalah momentum yang tepat dan mulia, yang mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Pada hari-hari Idul Adha, kita menikmati nikmat daging kurban yang dibagikan dan insya Allah merupakan daging yang halalan thayyiban (halal dan baik).

Perlu kita pahami, Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mendapatkan makanan yang halal, tetapi juga bagaimana mengonsumsinya dengan baik dan sehat agar membawa keberkahan bagi tubuh dan kehidupan kita.

Hal ini telah diingatkan oleh Allah swt dalam firman-Nya:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۝١٦٨

Artinya: “Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.” (QS Al-Baqarah: 168).

Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsir Al-Qur’anil Azhim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini pernah dibaca di sisi Nabi Muhammad saw. Kemudian Saad bin Abi Waqash berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar menjadikanku orang yang diijabah doanya”.

Nabi Muhammad bersabda: “Wahai Sa’ad, perbaikilah makananmu, maka engkau akan menjadi orang yang doanya diijabah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh seseorang yang memasukkan satu suapan haram ke dalam perutnya, maka amal ibadahnya tidak diterima selama 40 hari, dan sungguh hamba yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang haram dan riba, maka api lebih utama untuknya”.

Dari kisah ini kita bisa mengambil pesan dan ajaran dari Rasulullah bahwa makanan yang halal dan thayib juga akan berpengaruh terhadap keberkahan hidup. Makanan yang halal dan thayib akan menjadi penentu apakah doa dan ibadah kita diterima oleh Allah atau tidak.

Itulah mengapa kita harus terus memperhatikan kehalalan dan kebaikan makanan yang kita konsumsi. Bukan hanya halal dan baik dari sisi dzatnya, tetapi juga halal dan baik dari sisi haliyah, yaitu cara kita memperolehnya.

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Oleh karena itu, ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Mari kita perhatikan konsumsi daging pada masa Idul Adha ini. Momentum Idul Adha sering menjadi saat masyarakat mengonsumsi daging dalam jumlah lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Berbagai hidangan disajikan, mulai dari sate, gulai, rendang, tongseng, hingga sop. Semua itu adalah nikmat Allah yang patut disyukuri. Namun, jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini justru dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah memilah bagian daging kurban yang akan dikonsumsi. Tidak semua bagian daging memiliki dampak kesehatan yang sama. Banyak orang justru lebih menyukai bagian yang tinggi lemak dan jeroan, padahal jika dikonsumsi berlebihan, hal itu dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah tinggi, asam urat, hingga risiko penyakit jantung.

Karena itu, pilihlah bagian daging yang lebih sehat, yaitu daging merah yang sedikit lemak. Kurangi konsumsi gajih, kulit berlemak, otak, paru, usus, dan jeroan secara berlebihan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau asam urat.

Selain memilih bagian daging, cara memasak juga sangat menentukan kualitas makanan untuk kesehatan. Kadang, yang membuat makanan menjadi tidak sehat bukan dagingnya, tetapi pengolahannya yang terlalu banyak santan, minyak, dan garam, serta pembakaran yang terlalu gosong. Akan lebih baik jika sebagian daging diolah menjadi sop, semur, atau dipadukan dengan sayur-sayuran agar lebih seimbang.

Islam mengajarkan keseimbangan dan melarang sikap berlebihan dalam berbagai hal, termasuk dalam urusan makan dan minum. Allah Ta’ala berfirman:

۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ ۝٣١

Artinya: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini sangat relevan pada momentum Idul Adha. Nikmat Allah harus dinikmati dengan rasa syukur, tetapi tetap menjaga kesehatan dan tidak berlebihan.

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan dalam sabdanya:

مَا ملأَ آدمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطنٍ، بِحَسْبِ ابنِ آدمَ أُكُلاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فإِنْ كَانَ لا مَحالَةَ فَثلُثٌ لطَعَامِهِ، وثُلُثٌ لِشرابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

Artinya: “Tiada tempat yang manusia isi yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun, jika ia harus (melebihinya), maka hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (HR. Ahmad)

Kaum muslimin, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Selain memperhatikan pola konsumsi daging, ada hal yang tidak kalah penting pada momentum Idul Adha, yaitu memastikan penyembelihan hewan kurban dilakukan secara halal dan thayyib sesuai tuntunan syariat.

Hewan kurban yang baik harus disembelih dengan benar agar dagingnya halal untuk dikonsumsi dan tetap sehat. Penyembelihan yang tidak sesuai syariat dapat memengaruhi kehalalan dan kualitas daging. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyembelihan syar’i.

Pertama, hewan kurban harus sehat, cukup umur, tidak cacat, dan layak disembelih. Hewan yang sakit atau terlalu kurus tentu tidak memenuhi prinsip thayyib karena kualitas dagingnya buruk dan dapat berdampak pada kesehatan.

Kedua, penyembelih harus seorang Muslim yang memahami tata cara penyembelihan yang halal. Penyembelih hendaknya memiliki ilmu dan keterampilan agar proses penyembelihan berjalan dengan benar serta tidak menyiksa hewan.

Ketiga, ketika menyembelih, menyebut nama Allah merupakan bagian penting dalam penyembelihan yang halal. Kalimat yang dibaca bisa seperti:

بِسْمِ اللهِ، اللهُ أَكْبَرُ

Keempat, alat sembelih harus tajam agar hewan cepat mati dan tidak tersiksa. Rasulullah saw bersabda:

وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ

Artinya: “Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik, hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihannya.” (HR Muslim)

Kelima, saluran yang wajib dipotong harus benar-benar terputus, yaitu saluran napas dan saluran makanan, sehingga darah dapat keluar dengan sempurna. Akan lebih sempurna jika urat nadi atau pembuluh darah di leher bagian kanan dan kiri terpotong. Darah yang keluar dengan baik membuat daging lebih bersih dan lebih sehat untuk dikonsumsi.

Keenam, kebersihan tempat penyembelihan juga sangat penting. Pisau, alas pemotongan, tangan petugas, dan wadah distribusi harus dijaga kebersihannya agar daging tidak terkontaminasi kotoran dan bakteri.

Ketujuh, proses pengemasan dan distribusi daging hendaknya dilakukan secara higienis. Jangan mencampur daging dengan limbah atau bagian hewan yang kotor. Daging yang halal harus pula dijaga kualitas dan kebersihannya agar benar-benar menjadi makanan yang thayyib.

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Idul Adha bukan hanya tentang banyaknya daging yang dibagikan, tetapi juga tentang bagaimana kurban menghadirkan keberkahan bagi kita. Keberkahan hadir ketika hewan disembelih sesuai syariat, dibagikan dengan penuh kepedulian, dan dikonsumsi secara sehat serta tidak berlebihan.

Semoga Allah menerima ibadah kurban kita, memberikan kesehatan kepada keluarga kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur atas nikmat-Nya. Amin.

جَعَلَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ وَالْمَقْبُولِينَ كُلَّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. آمِينَ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ، وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Khutbah II

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الصَّالحينَ

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللّٰهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Pos terkait