Kementerjan PUPR Rancang Laporan Terkait Pemeriksaan BPK

Kementerjan PUPR Rancang Laporan Terkait Pemeriksaan BPK

Fajarasia.id – Kementerian PUPR telah menyampaikan Laporan Keuangan tahun 2023 Unaudited, dan 13 Laporan Keuangan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri. Demikian disampaikan Menteri Basuki saat menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan.

Menteri Basuki mengatakan Pertemuan ini merupakan komunikasi awal dalam proses pemeriksaan laporan keuangan pemerintah pusat oleh BPK. Sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Laporan Keuangan Kementerian PUPR BA 033 TA 2023 Unaudited merupakan hasil konsolidasi pencatatan realisasi pendapatan dan belanja. Serta mutasi aset dan kewajiban dari 1/1/2023-31/12/2023 pada 10 unit organisasi dan 704 satuan kerja di lingkungan PUPR.

“Pada TA 2023, pagu belanja Kementerian PUPR senilai Rp182,02 triliun dengan realisasi pendapatan Kementerian PUPR senilai Rp1,10 triliun. Realisasi belanja senilai Rp174,32 triliun,” ujar Menteri Basuki Melalui rilis yang diterima redaksi pada sabtu (30/3/2024)

Ia juga menyampaikan, Kementerian PUPR telah melaksanakan kegiatan untuk penanganan pandemi Covid-19 pada TA 2023. Dengan pagu belanja operasionale penanganan/pencegahan Covid-19 sebesar Rp30,43 miliar dan realisasi sebesar Rp26,92 miliar (88,56%).

Kementerian PUPR juga telah melaksanakan kegiatan Prioritas Nasional (PN) yaitu PN-I (Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan Berkualitas/Berkeadilan). Dan II (Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing), III (Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi/Pelayanan Dasar).

Serta VI (Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim), dan VII (Memperkuat Stabilitas Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik). Pada TA 2023 dengan pagu sebesar Rp92,48 triliun dan realisasi sebesar Rp87,90 triliun (95,05%).

“Selain itu, Kementerian PUPR juga telah melaksanakan kegiatan dalam rangka pencegahan stunting melalui penyelenggaraan air minum dan sanitasi. Pada TA 2023 dengan pagu sebesar Rp1.089 miliar dan realisasi sebesar Rp1.088 miliar (99,92%),” ucap Menteri Basuki.***

Pos terkait