Fajarasia.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau para penyuluh pertanian mengawal berlangsungnya panen raya. Terutama mengawal harga beras di tingkat petani agar tidak jatuh atau anjlok.
“Tantangan penyuluhan (jaga harga beras, red). Terutama menghadapi panen raya,” ucap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi dalam sebuah rilis yang diterima, Rabu (8/3/2023).
Dedi ingin para penyuluh meyakinkan petani terus menggenjot produktivitas dan tetap berproduksi. Meski pun diketahui adanya potensi harga beras yang bakal jatuh ketika panen raya.
Terlebih beras impor yang digelontorkan Perum Bulog untuk stabilisasi harga masih tersedia di pasaran. “Biasanya di saat panen raya jeblok, harga jatuh,” ujarnya.
“Apalagi sekarang gegara beras impor harga gabah. Harga beras ini semakin jeblok saat panen raya,” katanya.
Menurut Dedi, panen raya telah dimulai sejak akhir Februari dengan puncaknya di Maret 2023. Secara rinci, kata dia, ada sebanyak 1,18 juta hektar sawah padi yang akan dipanen pada Maret 2023.
Bahkan sesuai rencana, Presiden Joko Widodo akan menghadiri panen di Kebumen, Jawa Tengah pada Kamis (9/3/2023). Termasuk panen serentak di 66 Kabupaten dengan luasan lebih dari 1.000 hektar.
Panen serentak tersebut dipusatkan di Ngawi, Jawa Tengah, Sabtu (11/3/2023). “Jadi dengan total sampai 1,18 juta hektar dan ini adalah panen musim rendeng kita yang betul-betul luar biasa,” ucapnya.****




