Fajarasia.id – Jumlah jemaah haji asal Indonesia yang meninggal bertambah. Berdasarkan data yang dihimpun RRI, sudah ada delapan jemaah haji asal Indonesia meninggal di Tanah Suci.
Terbaru, Suryati Busir dari Kloter SUB 2, dan Nia Kurniasih dari Kloter JKS 2 meninggal pada Rabu (31/5/2023). Keduanya meninggal di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 22.30 waktu setempat, Masrikan Rejo Nasikun dari Kloter SOC 4 juga meninggal. Kepergian tiga orang itu menambah jumlah jemaah yang meninggal di Madinah pada musim haji kali ini.
Sebelumnya terdapat lima orang jemaah yang dinyatakan meninggal akibat penyakit bawaan. Semua jemaah yang meninggal telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.
Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tiga tahun terakhir di hari ke-8 kedatangan jemaah. Di mana, 2022 lalu hanya dua jemaah yang meninggal, sedangkan pada 2019 dan 2018 masing-masing lima orang.
Kepala Seksi KKHI Daker Madinah Dr Alfarizi menuturkan, jemaah yang harus dirawat inap hingga hari ini sebanyak 57 orang. “Mereka yang dirawat di KKHI Madinah sebanyak 35 dan ada 22 jemaah yang dirawat di RSAS Madinah,” katanya, Kmais (1/6/2023).
Alfarizi mengimbau para jemaah, khususnya lansia, agar tidak memaksakan diri melaksanakan arbain, jika tidak mampu. Apalagi jika jemaah memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pernapasan.
“Lebih baik tenaganya disimpan untuk haji nanti karena itu yang wajib,” ujarnya. “Jadi dari sekarang perbanyak makan, khususnya buah-buahan, jangan lupa minum oralit biar daya tahan tubuhnya bagus”.****




