Israel siapkan langkah untuk tutup kantor media televisi Al Jazeera

Israel siapkan langkah untuk tutup kantor media televisi Al Jazeera
This picture taken on May 11, 2022 shows a view of the main headquarters of Qatari news broadcaster Al Jazeera in the capital Doha. Al Jazeera journalist Shireen Abu Aqleh, 51, was shot dead on May 11 as she covered an Israeli army raid on Jenin refugee camp in the occupied West Bank. The Qatar-based TV channel said Israeli forces shot Abu Aqleh deliberately and "in cold blood" while Israeli Prime Minister Naftali Bennett said it was "likely" that Palestinian gunfire killed her. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)

Fajarasia.id – Menteri Komunikasi Israel Shlomo Karhi mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan “prosedur yang diperlukan” untuk menutup televisi Al Jazeera yang didanai Qatar, Rabu (21/2) malam.

Hal tersebut terjadi dalam sesi yang diadakan oleh Komite Keamanan Nasional di Knesset (parlemen Israel) untuk membahas rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan Karhi “memerintahkan penutupan media jika dianggap merugikan keamanan nasional.”

“Kami menyiapkan prosedur yang diperlukan untuk penutupan Al Jazeera. Ada masalah lain yang mungkin perlu kita selesaikan,” katanya.

RUU tersebut disetujui oleh pemerintah pada 12 Februari dan lolos pembahasan pertama di Knesset.

Berdasarkan RUU tersebut, menteri komunikasi akan diberi kewenangan untuk menutup jaringan asing yang beroperasi di Israel, dan menyita peralatan mereka jika menteri pertahanan mengidentifikasi bahwa siaran mereka menimbulkan bahaya nyata bagi keamanan negara.

Karhi sebelumnya menuduh saluran berita asal Qatar tersebut bekerja untuk melawan kepentingan pertahanan Israel, dan memicu sentimen anti-Israel.

“Kami berhasil mengubah peraturan darurat dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kami menerapkannya – kami menutup [saluran Lebanon] Al Mayadeen,” demikian pernyataan Knesset mengutip ucapan Kahri.

“Media-media ini menghasut untuk melawan Israel, dan merupakan saluran yang mencekoki warga Arab Israel dan mereka yang berada di Otoritas Palestina,” ujar dia menambahkan.

Al Jazeera memiliki kantor di Israel dan tim koresponden yang bekerja sepanjang tahun, termasuk meliput perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 29.300 orang sejak 7 Oktober.***

Pos terkait