Fajarasia.id – Pemerintah Inggris memperbarui nasihat perjalanan ke Amerika Serikat pada Kamis (20/3/2025). Pemerintah Inggris memperingatkan konsekuensi serius bagi pemegang paspor Inggris yang melanggar hukum imigrasi AS, dikutip dari The Hills.
Pembaruan ini dilakukan sehari setelah Jerman mengeluarkan peringatan serupa menyusul penahanan tiga warganya saat mencoba masuk ke AS. Kantor Luar Negeri Inggris mengonfirmasi bahwa mereka memberikan dukungan kepada seorang warga Inggris yang ditahan di AS.
Penahanan ini terjadi setelah muncul laporan tentang seorang wanita yang ditahan di perbatasan. Dalam pembaruan nasihatnya, pemerintah Inggris meminta warganya untuk mematuhi semua aturan masuk, visa, serta ketentuan lainnya.
“Otoritas di AS menetapkan dan menegakkan aturan masuk dengan ketat,” kata pernyataan tersebut. “Anda dapat ditangkap atau ditahan jika melanggar aturan.”
Jerman, yang tengah menyelidiki kasus tiga warganya yang ditahan di perbatasan selatan AS, juga memperbarui nasihat perjalanannya. Pemerintah Jerman mengingatkan bahwa izin masuk melalui Electronic System for Travel Authorization (ESTA) atau visa AS tidak menjamin akses masuk.
Otoritas perbatasan AS memiliki keputusan akhir dalam menentukan siapa yang diizinkan masuk ke negara itu. Nasihat perjalanan yang diperbarui oleh Inggris dan Jerman menandakan meningkatnya ketegangan terkait aturan masuk AS.
Beberapa pihak menilai kebijakan ini sebagai bagian dari kampanye politik untuk membatasi migrasi. Kritik terhadap pendekatan tegas AS dalam urusan imigrasi pun semakin meningkat.
Beberapa negara sekutu mulai berhati-hati dalam memberikan rekomendasi perjalanan ke AS. Larangan masuk yang lebih ketat ini berpotensi memengaruhi hubungan diplomatik AS dengan sekutu-sekutunya.
Selain itu, larangan perjalanan ini juga berdampak pada industri perjalanan dan pariwisata internasional. Hingga saat ini, otoritas AS belum memberikan pernyataan resmi mengenai gelombang penahanan warga asing tersebut.****




