Fajarasia.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan masih akan terkoreksi hari ini. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, terkoreksinya IHSG karena aliran keluar modal asing.
“IHSG masih berpotensi terkoreksi kembali karena masih derasnya outflow asing di big banks (saham bank-bank besar. Selain itu, pasar juga menunggu data inflasi Amerika Serikat pertengahan minggu ini,” kata Fanny dalam analisisnya, Senin (11/11/2024).
Dia memperkirakan pergerakan IHSG hari ini di level support antara 7.200-7.250. Sedangkan level resist di rentang 7.320-7.380.
Pada akhir pekan sebelumnya, IHSG ditutup naik 0,6 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp2,21 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing kebanyakan saham perbankan seperti adalah BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI.
Aksi jual investor asing dipengaruhi terpilihnya Trump sebagai presiden US, yang juga mempengaruhi bursa saham Asia-Pasifik. Bursa saham regional ditutup bervariasi, sedangkan bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat Jumat kemarin.
“Indeks-indeks Wall Street di AS kembali naik dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high). Dow Jones (DJIA) naik 0,59 persen, S&P 500 menguat 0,38 persen, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,09 persen,” kata Fanny.
Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan akhir pekan, didorong pemangkasan suku bunga The Fed. Selain itu, investor akan mencermati pengumuman stimulus fiskal oleh Tiongkok untuk mendukung ekonominya.
Bursa saham Asia-Pasifik yang indeksnya naik antara lain Nikkei 225 Jepang dan ASX 200 Australia. Sedangkan yang indeksnya turun antara lain Kospi Korea Selatan dan Hang Seng Hong Kong.****





