Generasi Muda Inggris Kian Ragu Monarki

Generasi Muda Inggris Kian Ragu Monarki

Fajarasia.id  – Dukungan publik terhadap monarki Inggris turun ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade. Survei Ipsos terbaru mencatat hanya 55 persen warga mendukung sistem kerajaan pada 2026, turun tajam dari puncaknya 80 persen pada 2012.

Hampir separuh responden menilai Inggris lebih baik menjadi republik. Penurunan paling tajam terjadi di kalangan usia 18–34 tahun, di mana hanya sepertiga yang masih mendukung monarki, sementara 45 persen menyatakan lebih memilih republik.

Meski dukungan terhadap institusi melemah, popularitas pribadi tetap relatif stabil. King Charles III memperoleh tingkat persetujuan sekitar 60 persen, sedangkan Prince William lebih tinggi dengan 71 persen.

Tekanan terhadap keluarga kerajaan juga dipicu kontroversi lama yang melibatkan Prince Andrew terkait kasus Jeffrey Epstein. Polemik ini kembali mencuat setelah muncul laporan tambahan yang memicu penyelidikan baru.

Di luar Inggris, pengaruh monarki juga menyusut. Beberapa negara Persemakmuran mulai mempertimbangkan hubungan konstitusional mereka dengan Kerajaan Inggris. Barbados bahkan resmi menjadi republik pada 2021, sementara survei YouGov menunjukkan kecenderungan serupa di Kanada dan Australia.****

Pos terkait