Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk memperkuat fiskal dan menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat.
“Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan. Pemerintah harus bergerak cepat dan terukur untuk mengonversi perdamaian ini menjadi manfaat nyata,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Sarmuji menyoroti penurunan harga minyak Brent hampir 4 persen ke kisaran 83,92 dolar AS per barel sebagai sinyal positif. Ia menyebut ada ruang fiskal yang terbuka kembali setelah beban subsidi BBM berkurang. Anggaran tersebut, katanya, bisa dialihkan ke sektor strategis seperti infrastruktur, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Selain itu, meredanya risiko geopolitik memungkinkan biaya impor migas lebih efisien, rantai pasok ekspor-impor melalui Selat Hormuz kembali lancar, serta peluang ekspor nonmigas ke Timur Tengah terbuka lebar.
Golkar menekankan perdamaian ini bukan hanya kemenangan bagi AS dan Iran, tetapi juga bagi tatanan multilateral. Sarmuji menegaskan Indonesia harus belajar dari krisis energi sebelumnya dengan mendiversifikasi sumber energi agar tidak bergantung pada satu kawasan.
“Perdamaian di atas kertas harus segera diterjemahkan ke dalam pemulihan ekonomi yang nyata,” tegasnya.***





