Eks Dirut Sarana Jaya Yorry CP Dituntut 6 Tahun Penjara Terkait Pengadaan Lahan DKI

Eks Dirut Sarana Jaya Yorry CP Dituntut 6 Tahun Penjara Terkait Pengadaan Lahan DKI

Fajarasia.id – Mantan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan, dituntut hukuman 6 tahun penjara. Yoory dinilai jaksa terbukti bersalah dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.

“(Amar tuntutan) 6 tahun penjara, denda Rp 750.000.000, subsider 6 bulan kurungan,” kata Kasi Intel Kejari Jakpus Bani Immanuel saat dihubungi, Selasa (19/12/2023).

Jaksa menuntut terdakwa Yoory melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Tindak Pidana Korupsi. Adapun tuntutan tersebut telah dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (19/12).

Sebelumnya, mantan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan, didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 155,4 miliar. Jaksa menyebutkan Yoory melakukan korupsi melalui pengadaan lahan di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.

“Terdakwa Yoory Corneles Pinontoan bersama-sama dengan Komarudin (almarhum) sebagaimana tersebut di atas merugikan keuangan negara atau daerah cq Perumda Pembangunan Sarana Jaya sebesar Rp 155.495.600.000,00,” kata jaksa saat membacakan surat dakwaan di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (3/10).

Jaksa menyebutkan Yoory melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan orang lain secara bersama. Menurut jaksa, Yoory melakukan pembelian tanah di Ujung Menteng yang tak sesuai dengan standard operating procedure (SOP) bersama Dirut PT Laguna Alamabadi, Komarudin.

Jaksa mengatakan total kerugian negara sebesar Rp 155,4 miliar melalui Perumda Pembangunan Sarana Jaya yang dilakukan Yoory telah didasarkan pada hasil audit. Laporan hasil audit itu dilakukan terhadap anggaran 2018-2019 oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP RI).

“Atau setidak-tidaknya sejumlah uang tersebut sebagaimana Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, pada Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya tahun anggaran 2018 sampai dengan 2019, PE03.03/R/S1077/D5/02/2022 tanggal 25 November 2022 oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan,” ujarnya.

Jaksa mengatakan Yoory membeli lahan sengketa melalui PT Laguna Alamabadi di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Akibatnya, PT Laguna Alamabadi tak dapat mengajukan permohonan sertifikat ke Kantor Pertanahan.

Perumda Pembangunan Sarana Jaya pun tak dapat menguasai atau memanfaatkan lahan tersebut meski sudah dibeli. Lalu, Yorry dan Komarudin bersepakat untuk melakukan pembatalan perjanjian jual beli tanah.

“Bahwa jumlah total pembayaran tanah Ujung Menteng yang dilakukan oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya kepada PT Laguna Alamabadi sejumlah Rp 1.555.495.600.000,00. Bahwa PT Laguna Alamabadi tidak menguasai seluruh tanah di Ujung Menteng, dan tanah masih dalam status sengketa dengan pihak lain sehingga PT Laguna Alamabadi tidak dapat melanjutkan permohonan sertifikat ke Kantor Pertanahan, sehingga Perumda Pembangunan Sarana Jaya tidak dapat menguasai, memiliki, dan memanfaatkan tanah Ujung Menteng tersebut, kemudian terdakwa Yorry Corneles Pinontoan dan Komarudin (almarhum) bersepakat untuk melakukan pembatalan perjanjian jual beli tanah,” tuturnya.***

Pos terkait