Fajarasia.id – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Ia mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Teheran yang terus memantau kondisi lapangan, namun tetap mendorong agar pemerintah memperkuat skenario pengamanan.
“Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemlu RI dan Kedutaan Besar RI di Teheran dalam memantau kondisi WNI yang berada di sana, sekaligus menyiapkan berbagai skenario pengamanan,” ujar Nurul dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Pernyataan Nurul muncul setelah pemerintah melakukan asesmen situasi bersama KBRI Teheran dan menyusun rencana kontingensi jika kondisi keamanan memburuk. Hingga kini, evakuasi belum ditetapkan karena mayoritas WNI, terutama pelajar dan mahasiswa di Qom serta Isfahan, masih berada di wilayah yang relatif aman.
Meski demikian, Nurul menekankan perlunya langkah konkret yang lebih dari sekadar pemantauan. Ia mendorong pemerintah memperluas komunikasi intensif dengan WNI, khususnya terkait pergerakan massa dan potensi risiko di kota-kota tempat mereka tinggal.
“Kita mendorong Kemlu RI untuk memperluas jaringan komunikasi, meningkatkan kesiagaan lewat jalur darurat, serta menyiapkan kemungkinan evakuasi cepat apabila informasi di lapangan menunjukkan risiko signifikan,” tegasnya.
Nurul juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang cepat dan jelas kepada WNI di Iran. Ia mengimbau agar mereka menjauhi pusat demonstrasi, menghindari kerumunan, dan terus berkoordinasi dengan KBRI Teheran.
Di sisi lain, Nurul menyatakan dukungan penuh terhadap sikap proaktif Kemlu RI yang telah menetapkan rencana kontingensi serta mengimbau WNI menunda perjalanan ke Iran hingga situasi kembali kondusif.
“Kami mendukung penuh langkah Kemlu yang tidak gegabah dan tetap mengedepankan keselamatan WNI. Ini menunjukkan pemerintah bertindak dengan pendekatan terukur namun tegas,” lanjutnya.
Sejak akhir Desember 2025, Iran dilanda gelombang protes besar yang dipicu tekanan ekonomi dan melemahnya mata uang rial. Aksi demonstrasi meluas ke berbagai daerah dan mendapat respons keras dari otoritas lokal. Ribuan orang dilaporkan meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.
Meski begitu, Nurul menegaskan Indonesia tetap menjunjung prinsip nonintervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain, sembari memastikan keselamatan WNI sebagai prioritas utama.
“Kita menghormati kedaulatan Iran, namun dalam keadaan apapun keselamatan WNI menjadi prioritas mutlak. Pemerintah harus siap dengan segala alternatif kebijakan untuk memastikan hal itu,” pungkasnya.






