Fajarasia.id -Kementerian Perhubungan (Kemnhub) bersama stakeholder terakit, melakukan peninjauan Jalur Pantai Selatan (Pansela) — jalur mudik Pulau Jawa. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno mengatakan, akan memperbanyak sarana dan prasarana di sepanjang Jalur Pansela.
“Ketika jalan tol menuju wilayah timur padat dan macet, maka Jalur Pansela bisa dijadikan alternatif mudik,” kata Hendro dalam keterangan tertulis, Jumat (20/1/2023). Hari Raya Idul Fitri 2023 akan berlangsung, pada 22-23 April mendatang.
Hendro mengatakan, pengecekan Jalur Pansela sekaligus sosialiasi kepada masyarakat. “Kita akan kebut pembangunan fasilitas keselamatan jalan untuk penerangan jalan, dan perambuan. Mudah-mudahan pembangunannya selesai sebelum musim mudik Lebaran,” ujar Hendro.
Hasil peninjauan langsung tersebut, kata dia, ditemukan sejumlah alasan Jalur Pansela kurang begitu diminati para pemudik. Yaitu, karena minimnya penerangan jalan, kurangnya rambu-rambu dapat membahayakan pengendara. “Dan minimnya rest area, serta SPBU,” katanya.
Direktur Preservasi Jalan Wilayah I Kementerian PUPR Akhmad Cahyadi mengatakan, saat ini masih berlangsung pembangunan Jalur Pansela. “Jalur Pansela dari Titik Nol Pansela di Simpang Labuan, Provinsi Banten hingga Jawa Timur, panjangnya 1.543 Kilometer,” kata Akhmad.
“Dari 1.543 Kilometer, masih ada 229 Kilometer di Provinsi Jawa Timur — on going project. Dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan, akan tersambung,” ujar Akhmad.
Akhmad tidak menampik, Jalur Pansela masih terdapat kekurangan. Seperti penerangan jalan, perambuan jalan, dan terbatasnya pom bensin atau SPBU.
“Tapi, di Jalur Pansela ini, jalannya cukup baik, dengan kemantapan jalan hingga 85 persen. Bebas dari kemacetan, pemandangan pantainya indah, dan banyak tempat kuliner, ” kata Akhmad.
Dia mengatakan, saat ini Ditjen Bina Marga PUPR juga melakukan survei guna membangun rest area dan SPBU di Jalur Pansela. “Di Provinsi Banten dibangun di dua lokasi, Jawa Barat enam lokasi,” kata dia.
“Jawa Tengah sembilan lokasi, dan Jawa Timur enam lokasi (SPBU, red), ujar Akhmad. Total, kata dia, 23 tempat istirahat direkomendasikan untuk dibangun di Jalur Pansela.
Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakn, dalam survei Jalur Pansela, juga diidentifkasin berbagai lokasi berpotensi macet. Selain itu, lokasi rawan kecelakaan.
“Kami akan menempatkan personil Polri pada masa angkutan Lebaran nanti. Kami ingin memastikan, ketika pemudik menggunakan Jalur Pansela ini. Perjalanan selamat, aman, dan lancar,” kata Irjen Firman. ****





