CKG di Jakarta Ditargetkan Jangkau Jutaan Anak

CKG di Jakarta Ditargetkan Jangkau Jutaan Anak

Fajarasia.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di DKI Jakarta menargetkan sebanyak 1.997.082 siswa. Mereka terdiri dari pelajar SD sampai SMA dan anak usia 7-17 tahun yang tidak bersekolah atau tidak mengakses pendidikan formal.

Demikian disampaikan kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati di Jakarta, Minggu (10/8/2025). Ia memastikan, Pemprov DKI tetap akan mengikutsertakan anak-anak tak bersekolah untuk ikut CKG Sekolah pada 2025/2026.

“Jadi, CKG Sekolah selain ditujukan untuk pelajar di sekolah, juga ditujukan untuk anak usia 7-17 tahun yang tidak bersekolah. Atau tidak mengakses pendidikan formal,” ujarnya.

Pelaksanaan CKG Sekolah telah dimulai pada tahun ajaran baru. Yaitu, bulan Juli 2025 yang diawali dengan pelaksanaannya di Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Cipayung, 9 Juli 2025.

Kemudian di Sekolah Rakyat Sentra Mulya Jaya, Cipayung. Serta di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Margaguna, Cilandak, pada 14 Juli 2025.

Selanjutnya, CKG Sekolah diadakan di sekolah-sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikasmen) dan madrasah pada 4 Agustus 2025. “Puskesmas berkoordinasi dengan masing-masing sekolah untuk menyampaikan informasi awal pelaksanaan CKG dan penjadwalan,” ujar Ani.

Pemeriksaan yang dilakukan sesuai jenjang dan usia peserta didik. Jenjang SD/sederajat (7-12 tahun), pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi dan kesehatan jiwa.

Tuberkulosis, diabetes melitus, merokok, kebugaran (kelas 4-6), hepatitis B, kesehatan reproduksi serta riwayat imunisasi (kelas 1). Lalu, jenjang SMP (13-15 tahun), pemeriksaan meliputi gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi, kesehatan jiwa, tuberkulosis, diabetes melitus dan merokok.

Kebugaran, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi, skrining anemia dan talasemia (kelas 7 dan 9) serta riwayat imunisasi (kelas 9). Kemudian, jenjang SMA/sederajat (16-17 tahun), pemeriksaan termasuk status gizi, tekanan darah, mata, telinga, gigi dan kesehatan jiwa.

Tuberkulosis, diabetes melitus, merokok, kebugaran, hepatitis B dan C, kesehatan reproduksi. Hingga, skrining anemia dan talasemia (kelas 10 dan 12).

“Harapannya, dengan dilakukannya CKG pada pelajar, dapat diketahui masalah kesehatan pada pelajar sejak dini. Dan dilakukan tindak lanjut segera sehingga pelajar dapat belajar dengan lebih optimal,” ucap Ani.****

Pos terkait