Fajarasia.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pihaknya terus memantau potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan. Hal ini menyusul pernyataan Presiden KSPI sekaligus Ketua Partai Buruh Said Iqbal yang menyebut ribuan pekerja terancam kehilangan pekerjaan.
“Kita terus monitor. Prosesnya mulai dari internal perusahaan, kemudian sampai ke kita. Jika bipartit tidak menemukan jalan keluar, mediator akan turun,” ujar Yassierli di Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).
Said Iqbal sebelumnya mengungkapkan hasil kunjungan lapangan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta menunjukkan dampak nyata dari ketidakpastian ekonomi global akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurutnya, permintaan ekspor menurun sehingga produksi perusahaan ikut tertekan.
Ia menyebut empat perusahaan berpotensi melakukan PHK massal:
- PT Pakerin (Mojokerto, Jawa Timur) – 2.500 pekerja
- PT Fengtai (Kabupaten Bandung, Jawa Barat) – 4.000 pekerja
- PT J dan PT A (Pasuruan, Jawa Timur) – ribuan pekerja
Pemerintah bersama serikat buruh disebut tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah gelombang PHK. Yassierli menegaskan hasil pemantauan akan segera diinformasikan lebih lanjut.****





