Fajarasia.id – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Turki untuk Indonesia dalam agenda courtesy call di Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini menegaskan pentingnya peran second track diplomacy dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia–Turki.
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menekankan bahwa kedekatan historis kedua negara sejak masa Ottoman Empire menjadi fondasi kuat bagi kemitraan strategis saat ini. “Indonesia dan Turki memiliki banyak kesamaan dan hubungan yang sudah terjalin lama. Saat ini hubungan tersebut semakin erat dan strategis,” ujarnya.
Syahrul menambahkan, diplomasi parlemen berfungsi sebagai jalur kedua yang mampu mengatasi hambatan birokrasi antar eksekutif. BKSAP hadir untuk memastikan kesepakatan bilateral benar-benar diimplementasikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan investasi serta kerja sama di bidang industri dan teknologi. BKSAP dengan 48 anggotanya siap menjembatani komunikasi dengan kementerian terkait untuk mempercepat tindak lanjut kerja sama strategis.
“Fungsi diplomasi parlemen adalah mengawal dan mengingatkan agar hubungan yang sudah baik tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Syahrul.





